Peringatan May Day di Alun-Alun Bung Karno, Kalirejo, Ungaran Timur, tidak hanya dipenuhi ribuan pekerja dari berbagai perusahaan di Kabupaten Semarang. Momentum itu juga menjadi panggung bagi pesan yang tegas dari Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi bahwa Hari Buruh tidak boleh dipahami sebagai acara seremonial semata.
Luthfi hadir bersama Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen dan Bupati Semarang Ngesti Nugraha. Kehadiran jajaran pemerintah daerah itu memberi penekanan bahwa peringatan buruh di Kabupaten Semarang mendapat perhatian langsung dari pemerintah.
Dalam sambutannya, Luthfi menempatkan May Day sebagai bagian dari perjuangan buruh untuk menegaskan hak dan kewajiban mereka. Ia menilai peringatan seperti ini memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar perayaan tahunan.
Di hadapan peserta yang datang dari sejumlah perusahaan, Luthfi juga menyampaikan apresiasi kepada para pekerja. Menurut dia, buruh adalah pahlawan dalam upaya mengembangkan ekonomi Jawa Tengah.
Kolaborasi Jadi Sorotan
Selain bicara soal makna perjuangan buruh, Luthfi juga menyoroti pentingnya kebersamaan di lapangan. Ia melihat serikat pekerja, pemerintah daerah, dan Forkopimda mampu menjaga komunikasi yang baik selama peringatan berlangsung.
Bagi Luthfi, komunikasi dan kolaborasi seperti itu menjadi kunci terciptanya suasana yang kondusif di Kabupaten Semarang dan Jawa Tengah. Pesan ini menguat di tengah kehadiran ribuan peserta yang memenuhi alun-alun untuk mengikuti agenda bersama.
Ribuan Peserta dan Jalan Sehat
Setelah rangkaian acara utama, Luthfi dan rombongan ikut jalan sehat bersama para peserta. Kegiatan itu menambah nuansa akrab dalam peringatan May Day di Ungaran.
Rute jalan sehat yang ditempuh sekitar tiga kilometer dimulai dari Alun-Alun Bung Karno. Dari sana rombongan melintas ke Jalan MT Haryono, kemudian melewati Jalan Ahmad Yani dan Jalan Letjen Soeprapto sebelum kembali lagi ke alun-alun.
Kehadiran pejabat daerah, partisipasi ribuan pekerja, dan kegiatan jalan sehat membuat peringatan tersebut berjalan hangat. Di balik suasana itu, pesan yang menonjol tetap sama, bahwa buruh ingin didengar bukan hanya saat acara seremoni berlangsung.
Source: indonesianpolicenews.id