RSHS Evaluasi Prosedur Penyerahan Bayi, Perawat Terkait Dinonaktifkan Sementara

Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung mengambil langkah tegas setelah muncul dugaan salah serah bayi kepada orang yang bukan orang tua kandung. Seorang perawat dinonaktifkan sementara sambil menunggu hasil pemeriksaan internal atas insiden yang menyita perhatian publik itu.

Direktur Utama RSHS, Rachim Dinata Marsidi, menyampaikan bahwa rumah sakit langsung bergerak begitu kasus tersebut mencuat. Manajemen kini memusatkan perhatian pada klarifikasi kronologi, koordinasi dengan keluarga pasien, serta persiapan menghadapi pemeriksaan dari Kementerian Kesehatan dan instansi lain yang terkait.

Evaluasi Internal Diperluas

RSHS tidak hanya menelusuri satu tindakan petugas yang diduga terlibat. Pemeriksaan juga diarahkan ke alur pelayanan di area rawat inap dan ruang bayi, karena dua lokasi itu dinilai membutuhkan pengawasan yang ketat.

Menurut manajemen, proses evaluasi harus melihat apakah ada pelanggaran prosedur dalam pelaksanaan tugas di lapangan. Karena itu, pembenahan tidak berhenti pada penonaktifan petugas, melainkan juga menyasar kepatuhan terhadap standar operasional prosedur di lingkungan rumah sakit.

Langkah yang Sudah Ditempuh RSHS

Sejumlah tindakan telah ditempuh rumah sakit setelah kasus ini terungkap. Langkah tersebut ditempatkan dalam kerangka penanganan resmi agar pemeriksaan berjalan lebih jelas dan terukur.

  1. Menonaktifkan sementara petugas yang diduga terlibat.
  2. Membentuk tim klarifikasi internal.
  3. Berkoordinasi dengan keluarga pasien.
  4. Melaporkan kasus ke Kementerian Kesehatan.
  5. Menyusun evaluasi menyeluruh terhadap SOP penyerahan bayi.

Rachim menegaskan bahwa laporan kepada Kementerian Kesehatan menjadi bagian dari proses formal yang harus ditempuh. Dengan begitu, penanganan kasus dapat diawasi melalui jalur resmi dan tidak berhenti pada pemeriksaan internal semata.

Sorotan Setelah Pengakuan di Media Sosial

Kasus ini menjadi ramai setelah seorang ibu bernama Nina Saleha membagikan pengalamannya di TikTok. Nina yang baru melahirkan mengaku hampir kehilangan bayinya saat hendak pulang dari rumah sakit.

Dalam pengakuannya, bayi itu sempat digendong orang yang tidak dikenalnya setelah diserahkan perawat di ruang NICU Gedung Ibu dan Anak RSHS Bandung. Saat kejadian berlangsung, Nina disebut sedang pergi makan, lalu panik ketika mengetahui anaknya berada di gendongan orang lain.

Keamanan Bayi Jadi Fokus Utama

Peristiwa ini kembali menempatkan keselamatan pasien bayi baru lahir sebagai perhatian penting di fasilitas kesehatan. Pada layanan seperti NICU, proses identifikasi semestinya dilakukan berlapis agar bayi tidak berpindah tangan tanpa otorisasi yang jelas.

Kepatuhan petugas terhadap prosedur verifikasi identitas menjadi kunci dalam mencegah kesalahan serupa. Pengawasan saat serah terima bayi juga harus dijaga ketat karena kondisi pasien baru lahir sangat rentan dan tidak bisa diperlakukan dengan kelengahan sekecil apa pun.

RSHS masih menjalankan evaluasi internal sambil menunggu langkah lanjutan dari pihak berwenang. Fokus pembenahan berada pada penguatan pengawasan petugas, disiplin terhadap SOP, serta pengetatan prosedur penyerahan bayi di ruang perawatan anak dan neonatal.

Source: www.viva.co.id

Berita Terkait