SD Tunas Muda Jhonlin berhasil menembus 42 besar nilai terbaik Asesmen Nasional Berbasis Komputer atau ANBK tingkat sekolah dasar di Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan. Pencapaian itu menarik perhatian karena sekolah tersebut masih tergolong baru, tetapi sudah mampu menunjukkan daya saing di tengah sekolah lain yang lebih dulu hadir.
Hasil ANBK ini sekaligus memberi gambaran bahwa proses belajar di sekolah berjalan dengan baik. Pengelolaan sekolah dan pola pembelajaran yang diterapkan dinilai ikut mendorong capaian tersebut, sehingga kualitas pendidikan di SD Tunas Muda Jhonlin mulai terlihat sejak tahap awal perkembangannya.
Pembelajaran aktif jadi salah satu kunci
Kepala Sekolah SD Tunas Muda Jhonlin, Ahmad Aidi, menyebut pendekatan belajar menjadi faktor penting di balik hasil itu. Sekolah menerapkan metode inquiry kolaboratif yang mendorong siswa aktif bertanya, mencari, dan memahami materi secara mandiri.
Di ruang kelas, pola ini membuat siswa lebih terlibat dalam proses belajar. Ahmad menilai antusiasme anak-anak terlihat jelas saat kegiatan berlangsung, karena mereka tidak hanya menerima penjelasan, tetapi juga ikut membangun pemahaman lewat diskusi dan pencarian jawaban.
Menurut Ahmad, cara tersebut membantu guru membaca kemampuan siswa dengan lebih tepat. Dari situ, pembelajaran bisa diarahkan agar tetap sesuai dengan tujuan yang ditetapkan sekolah dan kebutuhan anak di kelas.
Bukan hanya unggul di nilai akademik
Capaian sekolah ini tidak berhenti pada ANBK. SD Tunas Muda Jhonlin juga mencatat prestasi di bidang nonakademik melalui ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional atau O2SN serta Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional atau FLS2N di tingkat kecamatan.
Rangkaian prestasi itu menunjukkan bahwa sekolah memberi ruang bagi pengembangan bakat dan minat siswa. Pendekatan seperti ini membuat pendidikan dasar tidak hanya terfokus pada angka, tetapi juga pada olahraga, seni, dan pembentukan kebiasaan belajar yang lebih seimbang.
Di tahap sekolah dasar, ruang untuk mengembangkan potensi anak memang penting. Saat siswa mendapatkan kesempatan untuk menonjol di bidang yang mereka kuasai, proses pendidikan dapat berjalan lebih utuh dan tidak semata-mata diukur dari hasil ujian.
Sekolah dibangun untuk lingkungan sekitar
SD Tunas Muda Jhonlin berdiri sebagai bentuk kepedulian perusahaan terhadap pendidikan anak-anak di sekitar kebun, terutama bagi keluarga karyawan dan masyarakat setempat. Kehadirannya memberi akses belajar yang lebih dekat serta lebih terjangkau bagi warga di lingkungan itu.
Direktur Utama PT Jhonlin Agro Raya Tbk, Indra Irawan, menyampaikan bahwa perusahaan ingin meningkatkan etos kerja dan kinerja karyawan melalui penyediaan fasilitas pendidikan. Salah satu bentuknya adalah sekolah gratis dengan mutu berstandar nasional untuk anak karyawan dan masyarakat sekitar kebun.
Sekolah ini berdiri pada 22 Agustus 2023 dan diresmikan pada 30 Januari 2024. SD Tunas Muda Jhonlin kemudian menjalankan kurikulum Merdeka Mengajar dengan enam rombongan belajar dari kelas satu sampai kelas enam.
Dukungan tenaga pendidik dan fasilitas
Selain metode belajar, sekolah ini juga ditopang oleh tenaga pendidik berpengalaman dan fasilitas yang memadai. Dukungan tersebut membantu kegiatan belajar mengajar berlangsung lebih terarah dan memudahkan sekolah menjaga mutu yang ingin dicapai.
Bagi sekolah yang usianya masih muda, konsistensi menjadi faktor penting. Capaian di ANBK menunjukkan bahwa ketika sistem pendidikan disiapkan sejak awal dengan serius, hasil yang kompetitif tetap bisa muncul dalam waktu relatif singkat.
Keberhasilan SD Tunas Muda Jhonlin masuk 42 besar ANBK di Tanah Bumbu memperlihatkan bahwa usia sekolah bukan satu-satunya penentu kualitas. Dengan pembelajaran aktif, perhatian pada prestasi, serta dukungan sarana dan tenaga pendidik, sekolah ini mulai membangun reputasi sebagai tempat belajar yang berkembang cepat bagi anak-anak di sekitarnya.
Source: www.medcom.id