Gelombang laut di perairan Bali diperkirakan menguat selama tiga hari ke depan dan mencapai puncaknya hingga empat meter di wilayah selatan pulau itu. Kondisi tersebut membuat jalur pelayaran dan aktivitas wisata bahari di Denpasar serta sekitarnya perlu mendapat perhatian lebih.
BBMKG Wilayah III Denpasar telah mengeluarkan peringatan dini untuk periode 9 hingga 12 Mei 2026. Peringatan itu ditujukan kepada masyarakat, pelaku pelayaran, dan wisatawan yang beraktivitas di laut agar tidak mengabaikan perubahan cuaca dan gelombang.
Wilayah yang dinilai paling berisiko adalah perairan selatan Bali dan Selat Lombok bagian selatan. Di dua titik ini, tinggi gelombang dapat mencapai empat meter dan berpotensi mengganggu keselamatan kapal maupun aktivitas laut di sekitarnya.
Selain area tersebut, gelombang setinggi 2,5 meter juga berpeluang terjadi di Selat Bali bagian selatan, Selat Lombok bagian utara, Selat Badung, dan perairan utara Bali. Kondisi ini menunjukkan bahwa penguatan gelombang tidak hanya terkonsentrasi di satu jalur perairan, tetapi menyebar ke beberapa titik penting di sekitar Bali.
Prakirawan BBMKG Wilayah III Denpasar, Luh Nyoman Didik, membenarkan bahwa gelombang di perairan Bali berpotensi meningkat seiring menguatnya angin. Pola angin dari timur laut hingga tenggara disebut menjadi pemicu utama yang mendorong kondisi laut makin tidak stabil.
Dalam situasi itu, kecepatan angin dapat mencapai 25 knot atau sekitar 46 kilometer per jam. BBMKG menilai kekuatan angin tersebut cukup besar untuk memicu gelombang tinggi di sejumlah perairan Bali dan wilayah sekitarnya.
Peringatan juga diarahkan secara khusus kepada operator kapal feri, kapal tongkang, dan perahu nelayan. Kapal feri diminta waspada saat kecepatan angin mencapai 21 knot dan gelombang setinggi 2,5 meter.
Untuk kapal tongkang, risiko meningkat ketika gelombang mencapai 1,5 meter dengan angin 16 knot. Sementara itu, perahu kecil milik nelayan perlu lebih berhati-hati saat angin bertiup di atas 15 knot dan gelombang mencapai 1,25 meter.
Kewaspadaan menjadi penting karena perubahan cuaca di laut dapat berlangsung cepat. Dalam kondisi seperti ini, keputusan di pelabuhan dapat langsung berdampak pada keselamatan awak dan penumpang.
Di daratan Bali, cuaca pada 8–9 Mei diprakirakan cenderung berawan. Meski begitu, hujan masih berpotensi turun di kawasan Bedugul, Kabupaten Tabanan, pada Sabtu sore.
Situasi itu memperlihatkan bahwa dinamika cuaca tidak hanya terjadi di laut, tetapi juga memengaruhi sebagian wilayah daratan Bali. Karena itu, warga dan pelaku usaha yang bergantung pada kondisi cuaca tetap perlu waspada.
BBMKG mengimbau masyarakat, wisatawan, dan pelaku jasa wisata bahari untuk terus memantau informasi resmi melalui kanal BMKG maupun aplikasi Info BMKG. Pemantauan berkala dianggap penting agar aktivitas di pesisir dan perairan Bali bisa menyesuaikan perubahan gelombang yang berkembang.
Source: mediaindonesia.com






