Jawa Timur kembali memimpin daftar perolehan medali prestasi nasional di SIMT Pusat Prestasi Nasional. Hingga 12 Mei 2026, provinsi ini tercatat mengoleksi 45.839 medali, unggul tipis dari Jawa Tengah yang membukukan 45.338 medali.
Selisih 501 medali membuat persaingan di papan atas berjalan sangat rapat. Namun, posisi Jatim tetap paling depan dan menunjukkan bahwa laju prestasinya masih terjaga di tengah ketatnya kompetisi antardaerah.
Di bawah dua provinsi teratas itu, Jawa Barat berada di peringkat ketiga dengan 32.160 medali. DKI Jakarta menyusul di posisi keempat dengan 22.454 medali, lalu Sumatera Utara di urutan kelima dengan 22.091 medali.
Susunan ini memperlihatkan bahwa pencapaian pelajar nasional masih terkonsentrasi di daerah dengan basis pendidikan yang kuat. Pada saat yang sama, Jawa Timur mampu menjaga jarak dari pesaing terdekatnya dan tetap konsisten mengumpulkan medali dalam jumlah besar.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menilai capaian itu sebagai bukti bahwa ekosistem pendidikan di daerahnya tumbuh sehat, kolaboratif, dan kompetitif. Ia melihat hasil tersebut sebagai buah kerja bersama di lingkungan pendidikan, bukan semata-mata capaian individu.
Khofifah juga memberi apresiasi kepada guru, kepala sekolah, orang tua, dan pelajar yang terus menjaga semangat berprestasi. Menurut dia, prestasi yang lahir dari banyak pihak ini mencerminkan kemampuan Jawa Timur dalam melahirkan generasi yang kompetitif sekaligus berkarakter.
Sorotan lain tertuju pada bidang riset dan inovasi. Khofifah menilai geliat Karya Ilmiah Remaja atau KIR di sekolah-sekolah menjadi salah satu penguat penting karena melatih nalar kritis siswa sejak dini.
Melalui KIR, pelajar didorong untuk mencari solusi atas persoalan di sekitar mereka. Kemampuan itu dianggap penting agar siswa lebih adaptif ketika menghadapi tantangan masa depan.
Untuk menjaga ritme prestasi, Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Pendidikan rutin menggelar ajang talenta bagi jenjang SMA, SMK, dan SLB. Ajang tersebut menjadi ruang seleksi sekaligus pembinaan sebelum pelajar naik ke tingkat nasional.
Kepala Dinas Pendidikan Jatim Aries Agung Paewai menegaskan bahwa keberhasilan ini lahir dari pembinaan yang berjenjang dan berkelanjutan. Ia juga menyebut skema training center sebagai bagian penting dalam penguatan kesiapan para pelajar berprestasi di Jawa Timur.
Dengan pola itu, Jawa Timur tidak hanya mengejar medali sebagai hasil akhir. Provinsi ini juga membangun jalur prestasi yang lebih terstruktur agar siswa terus berkembang dan siap bersaing di tingkat nasional.
Source: harian.disway.id