Shell Tarik Lagi V-Power Diesel, Tarifnya Tetap Mengalahkan Hampir Semua SPBU Dituggalnya

Author: Redaksi Android62

Shell kembali menjual V-Power Diesel di beberapa wilayah Pulau Jawa dengan harga Rp30.890 per liter per 9 Mei 2026. Angka itu langsung menempatkannya di jajaran harga tertinggi pasar BBM diesel non-subsidi saat ini.

Kembalinya produk tersebut terjadi di tengah kondisi harga diesel yang memang sedang berat bagi banyak pemilik kendaraan bermesin diesel. Di saat harga minyak mentah dunia bergerak naik turun, harga BBM di Indonesia ikut menyesuaikan mekanisme pasar internasional.

Diesel non-subsidi jadi sorotan utama

Pusat perhatian pasar kini jelas mengarah ke segmen diesel non-subsidi. Selisih harganya dengan bensin terasa jauh lebih lebar, sehingga beban operasional kendaraan diesel ikut meningkat.

Di wilayah Jawa, Pertamina mematok Dexlite Rp26.000 per liter dan Pertamina Dex Rp27.900 per liter. Pada saat yang sama, Pertamax berada di Rp12.300 per liter dan Pertamax Green 95 di Rp12.900 per liter.

BP juga menaruh produk diesel di level tinggi dengan BP Ultimate Diesel Rp29.890 per liter. Vivo bahkan memasang Diesel Primus di Rp30.890 per liter, sejajar dengan harga Shell V-Power Diesel yang kembali tersedia.

Bensin masih lebih rendah, diesel tetap paling berat

Jika dibandingkan dengan bensin non-subsidi, harga diesel memang terlihat jauh lebih mahal. BP Ultimate berada di Rp12.930 per liter dan BP 92 di Rp12.390 per liter, sementara Shell dan Vivo juga menjaga harga bensin pada level yang relatif lebih stabil.

Perbedaan ini membuat pengendara kendaraan diesel menghadapi tarif yang lebih berat dibanding pengguna bensin. Meski harga bensin non-subsidi ikut bergerak naik, lajunya masih tampak lebih ringan daripada segmen diesel.

Harga Pertamina berbeda di tiap wilayah

Harga BBM Pertamina juga tidak seragam di seluruh Indonesia. Perbedaan itu dipengaruhi pajak daerah, biaya distribusi, kondisi geografis, dan tingkat kesulitan penyaluran bahan bakar ke tiap daerah.

Di DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur, Pertamax Turbo dipatok Rp19.900 per liter. Pada wilayah yang sama, Pertalite berada di Rp10.000 per liter, Biosolar Rp6.800 per liter, Dexlite Rp26.000 per liter, dan Pertamina Dex Rp27.900 per liter.

Bali dan Nusa Tenggara Barat mengikuti angka yang sama seperti Jawa. Nusa Tenggara Timur justru mencatat harga lebih tinggi, dengan Pertamax Turbo Rp20.350 per liter, Pertamax Rp12.600 per liter, Pertamina Dex Rp28.500 per liter, dan Dexlite Rp26.600 per liter.

Luar Jawa ikut menampilkan tarif tinggi

Di Sumatera Utara dan Aceh, Pertamax Turbo dipatok Rp20.350 per liter, Pertamax Rp12.600 per liter, Pertamina Dex Rp28.500 per liter, dan Dexlite Rp26.600 per liter. Untuk FTZ Sabang, Pertamax tercatat Rp11.550 per liter dan Dexlite Rp24.400 per liter, sementara Pertalite tetap Rp10.000 per liter.

Sumatera Barat, Riau, dan Kepulauan Riau mencatat harga lebih tinggi lagi. Di wilayah ini, Pertamax Turbo berada di Rp20.750 per liter, Pertamax Rp12.900 per liter, Pertamina Dex Rp29.100 per liter, dan Dexlite Rp27.150 per liter.

Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, dan Lampung juga mengikuti kisaran yang mirip dengan Aceh dan Sumatera Utara. Pola ini menunjukkan bahwa tarif diesel non-subsidi tetap menekan banyak wilayah di luar Jawa.

Kalimantan, Sulawesi, hingga Papua juga mahal

Kalimantan ikut memperlihatkan harga tinggi pada segmen diesel. Kalimantan Barat, Tengah, dan Timur berada di level Rp20.350 untuk Pertamax Turbo dan Rp12.600 untuk Pertamax, sedangkan Kalimantan Selatan dan Kalimantan Utara mencatat Pertamax Turbo Rp20.750 per liter, Pertamax Rp12.900 per liter, Pertamina Dex Rp29.100 per liter, dan Dexlite Rp27.150 per liter.

Di Sulawesi, seluruh wilayah memakai harga Pertamax Turbo Rp20.350 per liter, Pertamax Rp12.600 per liter, Pertalite Rp10.000 per liter, Pertamina Dex Rp28.500 per liter, Dexlite Rp26.600 per liter, dan Biosolar Rp6.800 per liter. Maluku dan Maluku Utara juga tetap berada pada level mahal, dengan Pertamax Rp12.600 per liter, Dexlite Rp26.600 per liter, dan Biosolar Rp6.800 per liter.

Papua dan sekitarnya mencatat pola serupa dengan Pertamax Turbo Rp20.350 per liter, Pertamax Rp12.600 per liter, Pertalite Rp10.000 per liter, Dexlite Rp26.600 per liter, dan Biosolar Rp6.800 per liter. Untuk Papua Barat dan Papua Barat Daya, Pertamina Dex berada di Rp28.500 per liter, sementara Dexlite tetap Rp26.600 per liter.

Dengan harga yang masih tinggi di banyak daerah, pasar diesel kembali menjadi perhatian utama konsumen BBM. Kembalinya Shell V-Power Diesel menambah pilihan, tetapi harga Rp30.890 per liter menegaskan bahwa segmen ini masih bertahan di level paling mahal.

Source: moladin.com
Berita Terbaru