Dari Dapur Rumah ke Pasar Nasional, UMKM Perempuan Ini Tembus Pembinaan Baru

Author: Redaksi Android62

Sebanyak 35 pemenang SisBerdaya dan DisBerdaya 2026 terpilih dari lebih dari 6.800 pendaftar dari seluruh Indonesia. Para pemenang mendapatkan dukungan uang tunai dengan total ratusan juta rupiah untuk mengembangkan usaha dan memanfaatkan teknologi.

Program yang digagas DANA Indonesia bersama Ant International ini kembali menegaskan bahwa UMKM perempuan dan perempuan penyandang disabilitas punya ruang tumbuh yang makin luas. Pada periode 2023-2025, pendapatan finalis program tercatat naik 113 persen dan produksi meningkat 126 persen hanya dalam enam bulan setelah mengikuti program.

Pembinaan diperluas ke wilayah baru

Tahun ini, SisBerdaya dan DisBerdaya menjangkau lebih banyak daerah di Indonesia. Nusa Tenggara Barat, Maluku, dan Sulawesi Tengah menjadi wilayah baru yang masuk dalam cakupan program.

Perluasan itu membuat akses pembinaan tidak lagi terpusat di wilayah tertentu. Pola ini memberi kesempatan yang lebih merata bagi pelaku usaha dari daerah untuk bersaing dengan dukungan yang sama.

Oliviana Harahap, Director of Communication DANA Indonesia, menekankan pentingnya akses yang setara terhadap pengetahuan, keterampilan, dan teknologi bagi perempuan. Menurut dia, manfaatnya tidak berhenti pada usaha yang dibangun, tetapi juga mengalir ke keluarga, komunitas, dan ekonomi di sekitarnya.

“Harapan kami segala upaya yang sudah dilakukan bisa bermanfaat bagi sister-sister, ilmunya bermanfaat, bantuan modal usaha bermanfaat untuk memajukan bisnis masing-masing,” ujar Oliviana pada Selasa, 30 Juni 2026.

Pelatihan dan teknologi jadi bekal utama

Selain modal, para peserta mengikuti pelatihan intensif yang mencakup pengembangan bisnis, pemanfaatan AI untuk UMKM, dan penguatan literasi keuangan. Materi itu disiapkan agar usaha para peserta bisa tumbuh lebih berkelanjutan.

Program ini juga menempatkan teknologi sebagai alat untuk memperkuat kapasitas usaha, bukan sekadar pelengkap. Dengan pendekatan tersebut, peserta didorong agar lebih siap menghadapi perubahan pasar yang cepat.

Kisah usaha yang menonjol dari dua jalur program

Di jalur SisBerdaya 2026, Bernika Purba menjadi Juara 1 kategori usaha ultra-mikro lewat Minyak Kempu Karo. Usaha itu menjaga warisan pengobatan tradisional Tanah Karo dengan resep autentik keluarga dan bahan alami tanpa pengawet.

Sementara itu, dari jalur DisBerdaya 2026, Rachel Stefanie Halim menarik perhatian lewat Chicken Nugget Keraton. Penyandang disabilitas netra itu mengembangkan usaha nugget tanpa bahan pengawet dari dapur rumah saat pandemi.

Kedua kisah tersebut menunjukkan bahwa UMKM perempuan hadir dari latar yang beragam, tetapi membawa semangat yang sama untuk bertahan dan tumbuh. Program ini memberi panggung bagi usaha kecil yang punya nilai lokal, inovasi, dan ketangguhan di tengah keterbatasan.

Aspek Data Utama Keterangan
Jumlah pemenang 35 Terpilih pada SisBerdaya dan DisBerdaya 2026
Jumlah pendaftar Lebih dari 6.800 Berasal dari seluruh Indonesia
Kenaikan pendapatan finalis 113 persen Dalam enam bulan setelah mengikuti program
Kenaikan produksi finalis 126 persen Dalam enam bulan setelah mengikuti program

Dengan jangkauan yang lebih luas dan pembinaan yang lebih terarah, program ini kembali menempatkan UMKM perempuan sebagai bagian penting dari penguatan ekonomi akar rumput. Dari dapur rumah hingga pasar nasional, usaha kecil yang lahir dari keterbatasan kini mendapat ruang yang lebih besar untuk berkembang.

Source: www.medcom.id
Berita Terbaru