Rel 14.000 Km Disiapkan, Angkutan Logistik di Jalan Raya Ditargetkan Berkurang

Author: Redaksi Android62

Pemerintah menargetkan jaringan rel kereta api Indonesia mencapai 14.000 kilometer dalam beberapa puluh tahun mendatang. Perluasan ini diarahkan untuk memindahkan sebagian angkutan logistik dari jalan raya ke kereta api.

Target tersebut hampir dua kali lipat dibandingkan panjang jalur rel yang tersedia saat ini, sekitar 7.000 kilometer. Mayoritas jaringan yang telah beroperasi masih berada di Pulau Jawa.

Aspek Data Keterangan
Jalur rel saat ini Sekitar 7.000 km Mayoritas berada di Pulau Jawa
Target jaringan rel 14.000 km Pembangunan lintasan dan reaktivasi jalur pasif
Potensi pengurangan emisi 4,2 juta ton CO2 Melalui pengembangan perkeretaapian

Presiden Prabowo Subianto meminta percepatan pembangunan rel di berbagai wilayah Indonesia. Pemerintah menempatkan kereta api bukan hanya sebagai moda penumpang, tetapi juga bagian penting dari sistem distribusi barang.

Pengalihan sebagian muatan ke rel diharapkan dapat mengurangi beban jalan raya yang selama ini menopang angkutan logistik. Jaringan rel yang lebih luas juga diproyeksikan memperkuat konektivitas antarwilayah.

Reaktivasi Jalur Menjadi Bagian Target

Pencapaian target 14.000 kilometer tidak seluruhnya bergantung pada pembangunan lintasan baru. Pemerintah juga memasukkan reaktivasi jalur rel yang telah ada, tetapi selama ini tidak aktif.

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono menyampaikan arah tersebut dalam Indonesia Zero Emission Heavy-Duty Vehicle Summit 2026 di Jakarta, Kamis, 23 Juli 2026. Ia menyebut target itu merupakan arahan Presiden yang akan dikerjakan dalam rentang beberapa puluh tahun ke depan.

“Sesuai arahan Bapak Presiden Prabowo Subianto, di mana kita harus membangun dan atau melakukan reaktivasi terhadap rel-rel kereta yang sudah ada tapi pasif selama ini hingga 14.000 kilometer dalam sekian puluh tahun ke depan,” ujar AHY.

Pemerintah tengah menyiapkan rencana induk pengembangan jalur di luar Jawa. Rencana tersebut mencakup pengembangan Trans Sumatera, Trans Kalimantan, dan Trans Sulawesi.

Jepang Dijadikan Pembanding

Dalam penyusunan arah perluasan jaringan, pemerintah menjadikan Jepang sebagai salah satu pembanding. AHY menilai karakter negara kepulauan dan kontur Jepang memiliki kemiripan dengan Indonesia.

Menurut AHY, Jepang memiliki lebih dari 13.000 pulau dan telah mengembangkan jaringan kereta api yang luas di pulau-pulau utamanya. Pengalaman itu dipandang dapat menjadi gambaran untuk memperluas layanan rel ke kawasan yang belum terhubung.

“Kalau kita menggunakan benchmark Jepang misalnya, sebagai salah satu negara yang memiliki kontur dan karakteristik mirip dengan Indonesia, sama-sama punya 14.000 atau lebih 13.000 pulau, tapi mereka mengembangkan kereta dengan begitu luas jaringannya sampai dengan bisa digunakan oleh masyarakat di pulau-pulau utama mereka,” kata AHY.

Manfaat bagi Emisi dan Distribusi

Pengembangan perkeretaapian juga dikaitkan dengan agenda pengurangan emisi dari sektor transportasi. AHY memperkirakan pengembangan kereta api dapat menekan emisi hingga 4,2 juta ton CO2.

Manfaat jaringan rel tidak hanya terkait mobilitas masyarakat. Pemerintah memproyeksikan jaringan rel Indonesia yang lebih panjang dapat mendukung kebutuhan distribusi barang dan memperkuat konektivitas nasional.

Source: finance.detik.com
Berita Terbaru