Stok Beras 5,2 Juta Ton Melewati Kebutuhan Kemarau, Pemerintah Siapkan Penyaluran

Author: Redaksi Android62

Cadangan beras pemerintah yang dikuasai Perum Bulog telah mencapai 5,24 juta ton per 22 Juli 2026. Jumlah ini melampaui kebutuhan cadangan selama musim kemarau yang umumnya berada di kisaran 3 juta ton.

Selisih lebih dari 2 juta ton tersebut menjadi bantalan pemerintah saat ancaman kemarau yang lebih kering akibat El Nino kembali diperhatikan. Pemerintah juga menyiapkan penyaluran beras untuk menjaga ketersediaan pasokan di masyarakat serta menahan gejolak harga.

Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional, Andi Amran Sulaiman, meminta masyarakat tidak mencemaskan ketersediaan beras. Menurutnya, kapasitas cadangan saat ini cukup untuk menghadapi kebutuhan sepanjang musim kemarau.

“Jadi kita tidak perlu khawatir, karena kapasitas yang diperlukan selama musim kemarau biasanya sekitar 3 juta ton. Sedangkan stok kita sekarang masih ada 5,2 juta ton, masih ada kelebihan lebih dari 2 juta ton,” kata Amran dalam keterangan resminya pada Kamis, 23 Juli 2026.

Penyaluran Dipercepat Lewat SPHP dan Bantuan Pangan

Pemerintah tidak hanya menyimpan Cadangan Beras Pemerintah, tetapi juga mengalirkannya melalui program intervensi pasar. Salah satu jalurnya ialah Program SPHP atau Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan.

Penyaluran beras SPHP telah mencapai 507,75 ribu ton dalam periode Maret hingga Desember 2026. Realisasi itu setara 61,32 persen dari target penyaluran sebesar 828 ribu ton.

Selain SPHP, Perum Bulog dijadwalkan mulai menyalurkan bantuan pangan beras pada Agustus 2026. Volume bantuan mencapai 997,2 ribu ton dan ditujukan kepada 33,24 juta Keluarga Penerima Manfaat di seluruh provinsi.

Skema Volume Capaian atau Sasaran
Program SPHP 507,75 ribu ton 61,32% dari target 828 ribu ton
Bantuan pangan beras 997,2 ribu ton 33,24 juta Keluarga Penerima Manfaat
Cadangan Bulog 5,24 juta ton Posisi 22 Juli 2026

Jauh Lebih Tinggi dari Menjelang El Nino 2023

Posisi stok saat ini berbeda tajam dibandingkan menjelang puncak El Nino 2023. Data BMKG menunjukkan puncak El Nino kala itu berlangsung pada Oktober hingga Desember, sementara stok beras pada September 2023 tercatat 1,52 juta ton.

Dengan posisi 5,24 juta ton, cadangan beras pemerintah meningkat 244,74 persen dibandingkan stok sebelum puncak El Nino 2023. Amran menyebut pengalaman menghadapi El Nino pada 2015, 2023, dan 2024 menjadi dasar untuk memperkuat kesiapan pangan.

Cadangan Komoditas Lain dan Harga Dipantau

Di luar beras, cadangan pangan pemerintah daerah tingkat provinsi tercatat 7,35 ribu ton pada akhir Juni 2026. Cadangan di tingkat kabupaten dan kota mencapai 13,15 ribu ton yang tersebar di 323 daerah.

Stok jagung pakan tercatat 176 ribu ton per 20 Juli dan terus disalurkan kepada peternak unggas melalui SPHP. Cadangan minyak goreng mencapai 1.000 kiloliter, gula konsumsi 2,79 ribu ton, sedangkan daging ayam di ID Food tersedia 38 ton.

BPS melaporkan Indeks Perkembangan Harga hingga pekan ketiga Juli 2026 secara umum masih terkendali. Empat provinsi mengalami kenaikan indeks, sedangkan 34 provinsi lain mencatat penurunan.

Pada tingkat kabupaten dan kota, kenaikan indeks terjadi di 69 daerah dan penurunan tercatat di 283 daerah. Pemerintah terus memantau stok serta efektivitas penyaluran sebagai langkah menghadapi risiko gangguan produksi akibat cuaca kering.

Source: www.liputan6.com
Berita Terbaru