Teknologi Swiss Bisa Perkuat Sanur, Peluang Menahan Pasien Berobat ke Singapura

Genolier Innovation Hub di Swiss membuka peluang transfer teknologi, riset medis, dan pelatihan dokter untuk Indonesia. Kerja sama ini berpotensi memperkuat KEK Kesehatan Sanur di Bali agar mampu menyediakan layanan yang lebih kompetitif bagi pasien dalam negeri.

Penguatan layanan tersebut penting di tengah arus wisata medis Indonesia yang selama ini banyak mengarah ke Singapura. Pengembangan ekosistem kesehatan di Sanur diarahkan untuk memenuhi lebih banyak kebutuhan perawatan di dalam negeri.

Bidang yang dinilai memiliki peluang kuat dalam kolaborasi ini adalah ortopedi dan radio-onkologi. Kedua bidang tersebut dapat didukung melalui pelatihan tenaga medis serta pemanfaatan keahlian dan fasilitas yang tersedia di pusat inovasi Swiss itu.

FasilitasFokus UtamaPotensi untuk Indonesia
AccurayRadio-onkologi presisi tinggiPelatihan teknologi terapi radiasi
GE HealthCareFasilitas pelatihan kesehatanPeningkatan kapasitas tenaga medis
United Orthopedic CorporationPelatihan ortopediPengembangan keahlian dokter dan tenaga kesehatan

Di fasilitas Accuray, tersedia teknologi radio-onkologi presisi tinggi, termasuk mesin CyberKnife. Teknologi tersebut dapat menyesuaikan pengobatan dengan gerakan pernapasan pasien sehingga paparan radiasi terhadap sel sehat dapat diminimalkan.

GIH juga memiliki pusat pelatihan dan showroom United Orthopedic Corporation yang dipakai oleh tenaga kesehatan dari berbagai negara. Fasilitas ini mencakup ruang laboratorium dan operasi untuk mendukung pembelajaran di bidang ortopedi.

Model Kemitraan yang Fleksibel

Genolier Innovation Hub menyatakan terbuka untuk berbagi keahlian melalui program yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan rumah sakit dan tenaga medis Indonesia. Bentuk kerja sama dapat meliputi pengembangan riset bersama, peningkatan kapasitas dokter, dan transfer teknologi kesehatan.

Stephanie Crown, penanggung jawab kegiatan pelatihan di GIH, menyatakan pusat inovasi itu dirancang untuk menyatukan keunggulan klinis, pendidikan medis, kesehatan digital, kecerdasan buatan, dan robotika. Pendekatan tersebut ditujukan untuk menjembatani produk dari laboratorium dengan kebutuhan nyata dalam layanan kesehatan.

Penelitian translasional menjadi fondasi penting dalam ekosistem GIH. Model ini berupaya membawa hasil inovasi medis lebih dekat ke praktik klinis sehingga pengembangannya dapat merespons kebutuhan dokter dan pasien.

GIH menyarankan agar delegasi dokter dari Indonesia melakukan kunjungan ke Swiss sebagai tindak lanjut pembahasan. Kunjungan itu dapat menjadi ruang untuk merancang bentuk kemitraan yang paling sesuai dengan kebutuhan layanan kesehatan di Indonesia.

Ekosistem Kesehatan di Kanton Vaud

Menurut laporan Kompas.com, GIH berada di Kanton Vaud, sekitar 20 menit dari Bandara Jenewa dan sekitar 2,5 jam perjalanan dari Zurich. Pusat inovasi ini diresmikan pada September 2024 dengan luas mencapai 25.000 meter persegi.

GIH dibangun sebagai ekosistem yang mempertemukan dokter, peneliti, dan pelaku industri kesehatan dalam satu lokasi. Pusat ini berfokus pada penelitian translasional, solusi inovatif, serta pendidikan berkelanjutan bagi tenaga kesehatan.

Pusat inovasi tersebut dibangun dengan investasi CHF 100 juta atau sekitar Rp2,1 triliun. Selain fasilitas medis, GIH memiliki auditorium imersif 270 derajat yang digunakan untuk acara medis, budaya, dan politik internasional.

Peluang kolaborasi dibahas saat kunjungan delegasi jurnalis Grup Media Kompas dan perwakilan Kedutaan Besar RI untuk Swiss ke GIH pada Jumat, 26 Juni 2026. Agenda itu merupakan bagian dari rangkaian peringatan 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia dan Swiss.

Kehadiran Mayo Clinic yang telah bermitra dengan GIH serta juga hadir di Bali dinilai dapat memperkuat peluang sinergi bagi Sanur. Apabila kerja sama terwujud, transfer keahlian dari Swiss dapat menjadi penguat bagi ekosistem layanan kesehatan Indonesia.

Source: money.kompas.com
Berita Terkait