TKDN Naik Ke 60 Persen, GAC Indonesia Siapkan Komponen Lokal Lebih Banyak dan Suku Cadang Lebih Mudah

Author: Redaksi Android62

GAC Indonesia menyiapkan langkah untuk menaikkan kandungan lokal produknya hingga 60 persen. Target ini menjadi sorotan karena dapat memengaruhi bukan hanya proses produksi, tetapi juga harga jual dan ketersediaan suku cadang di pasar.

Dorongan untuk memperdalam komponen lokal datang seiring aturan Tingkat Komponen Dalam Negeri yang makin ketat. Pemerintah ingin industri kendaraan listrik tidak terus bergantung pada impor, melainkan membangun basis produksi yang lebih kuat di dalam negeri.

CEO GAC Indonesia, Andry Ciu, menyebut perusahaan sudah menyiapkan strategi untuk mengejar ketentuan tersebut. Ia menyampaikan hal itu saat agenda industri di Guangzhou, Cina, sambil menjelaskan bahwa syarat TKDN yang berlaku tahun ini masih 40 persen sebelum naik menjadi 60 persen pada tahun selanjutnya.

Fokus ke vendor lokal

Untuk mencapai target itu, GAC Indonesia akan memperdalam hubungan dengan vendor dan supplier lokal. Langkah ini penting karena peningkatan kandungan lokal tidak bisa dicapai hanya lewat perakitan, tetapi juga lewat penguatan rantai pasok yang lebih dekat dengan industri pendukung.

Andry juga menyinggung soal baterai dalam rantai nilai kendaraan listrik. Namun, apakah komponen itu akan dipasok dari lokal atau tidak, masih akan dilihat perkembangannya.

Perakitan CKD jadi pijakan awal

Saat ini GAC Aion sudah dirakit secara CKD di PT National Assemblers, yang masih satu grup dengan Indomobil. Model perakitan ini menjadi dasar bagi GAC Indonesia untuk memperluas kerja sama dengan industri lokal secara bertahap.

Dari titik itu, pengembangan vendor, suplai komponen, dan kemitraan dengan industri pendukung menjadi langkah lanjutan yang harus dibangun. Kehadiran produsen baru di Indonesia pun tidak cukup berhenti pada pemasaran unit, tetapi juga perlu menunjukkan komitmen industri yang lebih dalam.

Dampak yang paling terasa bagi konsumen

Kenaikan TKDN berpotensi memberi efek langsung pada konsumen. Jika komponen lokal semakin banyak dipakai, rantai pasok bisa menjadi lebih pendek dan suku cadang berpeluang lebih mudah tersedia.

Pada saat yang sama, harga jual juga berpeluang lebih kompetitif. Selain itu, layanan purnajual bisa menjadi lebih terjamin karena ketersediaan komponen pendukung semakin baik.

Tantangan yang masih harus dibenahi

Meski arah kebijakannya jelas, pekerjaan rumahnya masih besar. Kesiapan supplier lokal, standar kualitas global, dan efisiensi produksi tetap harus diperkuat agar target kandungan lokal tercapai tanpa mengganggu daya saing.

Pemerintah melalui kebijakan TKDN ingin mendorong investasi agar tidak berhenti pada impor unit. Arah ini diharapkan membuat manufaktur lokal, pengembangan komponen, dan lapangan kerja tumbuh bersama dalam ekosistem kendaraan listrik.

Jika dorongan regulasi terus konsisten, ruang bagi industri kendaraan listrik yang lebih mandiri di Indonesia akan makin terbuka. Di tengah perubahan itu, langkah GAC Indonesia memperdalam kandungan lokal menunjukkan bahwa Indonesia dipandang bukan hanya sebagai pasar, tetapi juga sebagai basis produksi yang penting.

Source: www.oto.com
Berita Terbaru