Komisi Pemberantasan Korupsi menyita uang tunai senilai ratusan juta rupiah dan sejumlah dokumen dalam operasi tangkap tangan di Kabupaten Lombok Barat. Perkara ini diduga berkaitan dengan penerimaan suap atau gratifikasi pada sejumlah proyek di lingkungan pemerintah kabupaten.
Di antara pihak yang diperiksa, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini tiba di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, pada Senin malam. Ia tidak memberikan komentar kepada wartawan saat memasuki gedung lembaga antirasuah tersebut.
Tujuh Orang Diperiksa di Jakarta
Operasi itu mula-mula mengamankan 19 orang dari sejumlah lokasi di wilayah Lombok Barat. Setelah pemeriksaan awal di Nusa Tenggara Barat, tujuh orang termasuk Lalu Ahmad dibawa ke Jakarta untuk pemeriksaan lanjutan.
| Tahap | Jumlah/Pihak | Lokasi |
|---|---|---|
| Pengamanan awal | 19 orang | Sejumlah lokasi di Lombok Barat |
| Pemeriksaan awal | Pihak yang diamankan | Mako Brimob Polda NTB |
| Pemeriksaan lanjutan | 7 orang, termasuk Lalu Ahmad Zaini | Gedung Merah Putih KPK, Jakarta |
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan penindakan tersebut merupakan tindak lanjut dari penyelidikan tertutup. Pemeriksaan terhadap pihak-pihak yang diamankan masih terus dilakukan untuk mendalami dugaan perkara dan peran masing-masing.
“Dalam rangkaian peristiwa tertangkap tangan tersebut, tim mengamankan sejumlah 19 orang, yang kemudian tujuh di antaranya malam ini akan dibawa ke Gedung KPK Merah Putih untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” kata Budi kepada awak media.
Datang dengan Masker
Lalu Ahmad tiba sekitar pukul 21.59 WIB dengan mengenakan kemeja biru, jaket krem, topi, serta masker yang menutupi wajahnya. Saat melintas di hadapan awak media, ia terlihat menundukkan kepala sebelum langsung menuju ruang pemeriksaan.
Tim penyidik KPK mendampinginya menuju ruang pemeriksaan setibanya di Gedung Merah Putih. Sebelumnya, Lalu Ahmad diamankan dari rumah dinasnya dalam rangkaian penangkapan yang berlangsung sejak pagi.
Pihak lain dalam operasi itu ditangkap di lokasi berbeda di Kabupaten Lombok Barat. Mereka yang diamankan berasal dari unsur aparatur sipil negara pemerintah kabupaten serta kalangan swasta yang diduga berkaitan dengan proyek yang tengah didalami.
Barang Bukti Masih Didalami
Budi menyebut uang tunai dan dokumen yang disita masih diperiksa penyidik untuk menelusuri keterkaitannya dengan perkara. KPK belum membeberkan identitas lengkap seluruh pihak yang diamankan maupun konstruksi perkara secara utuh.
“Sampai dengan saat ini uang yang diamankan senilai ratusan juta rupiah dan juga beberapa dokumen terkait lainnya. Tentu ini juga masih akan terus didalami dalam pemeriksaan awal ini,” ujar Budi.
Sesuai ketentuan KUHAP, KPK memiliki waktu paling lama 1×24 jam setelah penangkapan untuk menentukan status hukum para pihak dalam operasi tangkap tangan. Penindakan ini tercatat sebagai OTT ke-17 yang dilakukan KPK sepanjang 2026.
