Kepergian Rachmat Gobel pada Jumat, 10 Juli 2026 pukul 03.20 WIB di RS Brawijaya Tebet, Jakarta Selatan, meninggalkan jejak besar di dua bidang sekaligus: dunia usaha dan politik nasional. Namanya melekat pada Gobel Group, kelompok usaha keluarga yang mempekerjakan lebih dari 18 ribu karyawan di seluruh Indonesia.
Pewaris dan penggerak utama bisnis keluarga itu bukan hanya menjaga warisan usaha, tetapi juga memperluasnya ke sejumlah sektor penting. Dari manufaktur elektronik hingga layanan kesehatan, pengaruhnya terlihat dari skala perusahaan yang tumbuh lintas bidang selama puluhan tahun.
Bisnis keluarga yang berkembang ke banyak sektor
Rachmat Gobel adalah anak kelima sekaligus putra pertama dari Drs. H. Thayeb Mohammad Gobel. Setelah sang ayah wafat pada 1984, ia memegang kendali bisnis keluarga dan membawa kelompok usaha itu ke jalur pertumbuhan yang lebih luas.
Di bawah kendalinya, Gobel Group berkembang mencakup manufaktur, makanan dan pelayanan, kesehatan, properti, hingga distribusi dan layanan purna jual. Perkembangan ini memperlihatkan bagaimana satu warisan keluarga berubah menjadi jaringan usaha yang saling terhubung.
Panasonic menjadi lini yang paling dikenal
Salah satu unit yang paling menonjol adalah PT Panasonic Manufacturing Indonesia yang berdiri sejak 1970. Perusahaan ini memproduksi pompa air, AC, kulkas, mesin cuci, kipas angin, serta perangkat audio dan video.
Hingga 2019, penjualan perusahaan tersebut mencapai Rp2,8 triliun. Angka ini menunjukkan besarnya kontribusi lini elektronik dalam memperkuat posisi bisnis keluarga Gobel di pasar nasional.
| Unit Usaha | Bidang | Informasi Utama | Total Penjualan |
|---|---|---|---|
| PT Panasonic Manufacturing Indonesia | Manufaktur elektronik | Berdiri sejak 1970, memproduksi peralatan rumah tangga dan perangkat audio-video | Rp2,8 triliun |
| PT Gobel Dharma Sarana Karya (GDSK) | Makanan dan pelayanan | Berawal dari kebutuhan menyediakan makanan untuk pekerja pabrik, lalu berkembang ke layanan makanan dan perhotelan | Rp611 miliar |
| Kaikoukai Indonesia | Kesehatan | Didirikan pada Agustus 2013 dan dikenal di bidang perawatan dialisis | Tidak disebutkan |
| Panasonic Homes Gobel Indonesia | Properti | Menjadi bagian dari bisnis penjualan, distribusi, dan layanan purna jual produk dari Jepang | Rp280 miliar |
| Gobel Dharma Nusantara | Penjualan dan pelayanan | Didirikan pada 1976 untuk distribusi dan layanan purna jual produk Panasonic dan produk Jepang lainnya | Rp280 miliar |
Ribuan karyawan tersebar di berbagai lini
Secara keseluruhan, Gobel Group bersama afiliasinya seperti PT Panasonic Gobel Indonesia telah mempekerjakan lebih dari 18 ribu karyawan di seluruh Indonesia. Tenaga kerja itu tersebar di berbagai lini, mulai dari elektronik, logistik, manufaktur, sampai layanan ritel.
Skala tersebut menegaskan bahwa bisnis yang dibangunnya tidak berhenti pada satu merek atau satu bidang usaha. Di banyak sektor, pengaruhnya terus terasa melalui perusahaan-perusahaan yang tumbuh di bawah payung grup tersebut.
Dari ruang usaha ke panggung politik
Di luar dunia bisnis, Rachmat Gobel juga menempati posisi penting dalam pemerintahan dan parlemen. Pada periode pertama Presiden Joko Widodo, ia dipercaya menjadi Menteri Perdagangan pada 2014-2015.
Saat menjabat, ia dikenal tegas melindungi pasar domestik, memerangi mafia impor ilegal, dan mendorong standardisasi produk lokal atau SNI agar mampu bersaing di tingkat internasional. Setelah itu, ia menjabat Wakil Ketua DPR RI periode 2019-2024 melalui Partai NasDem.
Kiprah itu membuat namanya dikenal bukan hanya sebagai pengusaha, tetapi juga sebagai tokoh yang pernah ikut memegang arah kebijakan negara. Karena itu, wafatnya Rachmat Gobel menutup perjalanan panjang seorang pelaku usaha yang jejaknya hadir kuat di industri dan politik Indonesia.
