Zero Waste 2028 Jadi Prioritas Penuh, Luthfi Turun Bersih Sungai di Pekalongan

Author: Redaksi Android62

Target zero waste 2028 di Jawa Tengah tidak lagi berhenti di meja rapat. Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi turun langsung membersihkan sungai di Kota Pekalongan sebagai bagian dari kampanye Run for Rivers, Kamis (7/5/2026).

Aksi itu memperlihatkan bahwa persoalan sampah sungai sudah masuk kategori mendesak. Luthfi menegaskan zero waste menjadi prioritas absolut di tengah timbulan sampah Jawa Tengah yang sudah mencapai 6,3 juta ton.

Di Pekalongan, kegiatan ini melibatkan ratusan warga dari berbagai komunitas. Kampanye Run for Rivers digerakkan oleh Sungai Watch dan menjadi bagian dari gerakan yang lebih besar bertajuk Lari 1.200 KM dari Bali ke Jakarta untuk mengangkat isu pelestarian lingkungan air.

Luthfi hadir bersama Sekretaris Daerah Jawa Tengah Sumarno. Rombongan bergerak dari Lapangan Mataram menuju kawasan Jalan Sulawesi, lalu berhenti di Kelurahan Kergon untuk membersihkan tumpukan sampah yang menyumbat aliran sungai.

Dari titik itu, pejabat publik dan warga bergotong-royong mengangkat sampah dari sungai. Rute lari kemudian ditutup di Museum Batik Pekalongan.

Bagi Luthfi, aksi lapangan semacam ini penting untuk membangun kesadaran kolektif. Ia menilai perubahan perilaku tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah.

Pesan itu sejalan dengan semangat kegiatan di Pekalongan, yang mempertemukan pejabat, relawan, dan warga dalam satu gerakan bersama. Pemerintah provinsi berharap kampanye seperti Run for Rivers dapat memperkuat kebiasaan menjaga sungai tetap bersih.

Di sisi lain, tantangan pengelolaan sampah di Jawa Tengah masih besar. Dari 6,3 juta ton timbulan sampah, kapasitas pengolahan yang tersedia baru mampu menyerap 30 persen.

Karena itu, Pemprov Jateng menyiapkan peta jalan strategis untuk mengejar target yang sudah ditetapkan. Presiden Prabowo Subianto sebelumnya memberi mandat agar Jawa Tengah terbebas dari masalah sampah selambat-lambatnya pada 2028.

Salah satu langkah yang terus didorong adalah pengolahan limbah berskala besar melalui teknologi Refuse Derived Fuel atau RDF. Teknologi ini diarahkan untuk mengubah sampah menjadi energi alternatif.

Pemprov Jateng juga mengoptimalkan penanganan melalui sistem aglomerasi. Skema ini mengikat wilayah Semarang Raya, Pekalongan Raya, Tegal Raya, Soloraya, hingga Magelang Raya.

Luthfi menegaskan perubahan paradigma harus dimulai dari hulu, yakni rumah tangga. Menurut dia, mesin birokrasi tidak akan cukup tanpa dukungan masyarakat di level paling dasar.

Aksi bersih sungai di Kergon menjadi gambaran konkret dari arah kebijakan itu. Target zero waste 2028 kini ditopang oleh kerja bersama yang konsisten, mulai dari kebijakan, infrastruktur, hingga perubahan perilaku warga.

Source: magelangekspres.disway.id
Berita Terbaru