Ancaman Hujan Lebat Dan Angin Kencang Menguat Di 18 Daerah Jawa Tengah, Lereng Hingga Sungai Diminta Siaga

Author: Redaksi Android62

Hujan lebat disertai petir dan angin kencang menjadi perhatian utama BMKG untuk 18 kabupaten/kota di Jawa Tengah. Kondisi ini dinilai paling berisiko memicu bencana hidrometeorologi, terutama di wilayah lereng perbukitan, dataran tinggi, dan bantaran sungai.

Peringatan tersebut berlaku hingga Sabtu pagi. Warga di kawasan rawan diminta lebih siaga karena atmosfer masih tidak stabil dan dapat memicu perubahan cuaca yang cepat.

Wilayah yang masuk perhatian

Sejumlah daerah berada dalam status waspada, di antaranya Purbalingga, Banjarnegara, Wonosobo, Mungkid, Boyolali, Klaten, Karanganyar, Sragen, Grobogan, dan Blora. Potensi serupa juga disebut mengancam Ungaran, Temanggung, Kajen, Pemalang, Magelang, Salatiga, Tegal, Bumiayu, dan Majenang.

Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang, Agus Triyono, menekankan pentingnya kewaspadaan di lereng perbukitan dan daerah aliran sungai. Dua wilayah itu dianggap paling rentan ketika hujan turun terus-menerus dan kondisi tanah mulai labil.

Risiko yang perlu diantisipasi

BMKG menilai kombinasi hujan, petir, angin kencang, dan kelembaban tinggi dapat memicu bencana hidrometeorologi. Ancaman yang paling dikhawatirkan adalah genangan, longsor, dan gangguan aktivitas luar ruang di kawasan dengan kontur rawan.

Sejak Jumat petang, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang juga sudah terpantau mengguyur sejumlah daerah. Situasi ini membuat warga perlu memperhatikan perubahan kondisi lingkungan sejak awal, terutama di wilayah yang berada di jalur air dan lereng.

Pegunungan, Solo Raya, hingga Pantura ikut terdampak

Dampak cuaca ekstrem tidak hanya tertuju pada satu tipe wilayah. Kawasan pegunungan, Solo Raya, hingga sebagian wilayah Pantura juga berpotensi merasakan perubahan cuaca yang cepat.

Di daerah seperti itu, aktivitas harian bisa terganggu saat hujan datang mendadak. Perjalanan darat dan kegiatan di ruang terbuka menjadi bagian yang paling mudah terdampak ketika cuaca bergeser dalam waktu singkat.

Kondisi angin dan suhu udara

BMKG mencatat angin bertiup ke arah barat daya dengan kecepatan mencapai 20 kilometer per jam. Pada saat yang sama, suhu udara di wilayah terdampak diperkirakan berada pada kisaran 14 hingga 30 derajat Celcius.

Kombinasi unsur cuaca itu menunjukkan kondisi atmosfer masih perlu dipantau secara berkala. Warga di daerah rawan diminta memperhatikan tanda-tanda awal bencana, termasuk perubahan aliran air saat hujan tidak kunjung reda.

Peringatan juga berlaku untuk wilayah laut

Di sektor maritim, Prakirawan BMKG Stasiun Maritim Tanjung Emas Semarang, Retna Swasti Karini, menyebut perairan utara Jawa Tengah relatif tenang dengan gelombang maksimal 1,25 meter. Sementara itu, perairan selatan dapat mencapai 2,5 meter.

Meski air laut pasang mulai surut pada malam hari, kewaspadaan tetap diperlukan bagi yang beraktivitas di laut. Kondisi tersebut menjadi perhatian khusus bagi nelayan, tongkang, serta angkutan barang dan penumpang saat kecepatan angin melampaui 15 knot.

BMKG meminta warga di Jawa Tengah terus mengikuti pembaruan cuaca, baik di darat maupun di laut. Perhatian utama tetap tertuju pada wilayah yang dekat aliran sungai, lereng perbukitan, dataran tinggi, dan kawasan pantai yang rawan terdampak perubahan atmosfer.

Source: www.babelinsight.id
Berita Terbaru