Dua Korban Tewas Di Jalur Bromo, TNBTS Perketat Evaluasi Keselamatan Jip Wisata

Author: Redaksi Android62

Kecelakaan jip wisata di jalur menuju Gunung Bromo yang menewaskan dua orang langsung memicu langkah evaluasi dari Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Fokus utamanya kini tertuju pada standar keamanan transportasi wisata di kawasan yang menjadi salah satu tujuan paling ramai di Jawa Timur itu.

Pranata Humas BB TNBTS, Endrip Wahyutama, menyebut pihaknya sudah berkoordinasi dengan sejumlah pihak terkait. Koordinasi itu diarahkan agar peninjauan berjalan menyeluruh, mulai dari pengawasan di lapangan, operasional kendaraan, sampai kesiapsiagaan saat keadaan darurat.

Perhatian tidak hanya pada kendaraan

Evaluasi yang dilakukan BB TNBTS tidak semata-mata melihat kondisi jip wisata. Lembaga itu juga menilai komitmen pelaku usaha jasa wisata dalam menjalankan standar keselamatan saat melayani wisatawan.

Aspek penanganan darurat ikut masuk dalam pembahasan. Mekanisme respons cepat dan proses evakuasi saat insiden terjadi menjadi sorotan utama karena dinilai berpengaruh besar terhadap risiko korban di lapangan.

BB TNBTS berharap peninjauan ini bisa memperkuat sistem keselamatan di kawasan wisata Bromo. Langkah itu juga dimaksudkan untuk mencegah kejadian serupa terulang di kemudian hari.

Dukungan untuk proses penyelidikan

Selain evaluasi internal, BB TNBTS juga menyatakan dukungan penuh terhadap penyelidikan kepolisian. Dukungan tersebut diberikan agar penyebab pasti kecelakaan dapat diketahui secara jelas.

Endrip menegaskan hasil penyelidikan penting sebagai dasar perbaikan ke depan. Dengan informasi yang lebih terang, langkah pencegahan bisa disusun lebih tepat untuk mengurangi risiko insiden serupa.

Pihak TNBTS juga menyampaikan belasungkawa kepada korban dan keluarga yang terdampak. Ungkapan duka itu disampaikan karena peristiwa tersebut menelan korban jiwa dan membuat sejumlah penumpang lain mengalami luka-luka.

Kronologi kejadian di tikungan Letter S

Kecelakaan itu terjadi di jalur menuju Gunung Bromo, tepatnya di tikungan Letter S, Desa Wonokitri, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Dalam peristiwa tersebut, dua orang meninggal dunia, yaitu sopir jip berinisial MS dan wisatawan berinisial YWA.

Tiga penumpang lain, masing-masing berinisial ZH, FR, dan FNN, mengalami luka-luka. Insiden ini menjadi sorotan karena terjadi di jalur wisata yang ramai digunakan pengunjung untuk mencapai kawasan Bromo.

Menurut keterangan Kepolisian Resor Pasuruan, jip bernomor polisi BG 1478 EF melaju dari arah utara ke selatan. Saat tiba di lokasi kejadian, kendaraan diduga kehilangan kendali, menabrak tebing, lalu terguling.

Polisi menduga kecelakaan dipicu kegagalan fungsi pengereman, tetapi penyelidikan masih terus berjalan untuk memastikan penyebab pastinya. Hasil akhir penyelidikan diharapkan memberi gambaran yang lebih jelas sebelum langkah lanjutan diambil.

Peristiwa ini kembali menempatkan keselamatan transportasi wisata Bromo dalam perhatian utama. Jip masih menjadi moda utama untuk menjangkau sejumlah titik wisata di kawasan tersebut, sehingga pengawasan, standar operasional, dan penanganan darurat kini ikut menjadi sorotan.

Source: www.viva.co.id
Berita Terbaru