Ducati Mulai Kehilangan Patokan, Domenicali Akui Persaingan MotoGP Kini Makin Rapat

Author: Redaksi Android62

Persaingan MotoGP kembali bergerak ke arah yang lebih ketat, dan Ducati tidak lagi berdiri sendirian sebagai acuan paling dominan di grid. Claudio Domenicali mengakui bahwa Borgo Panigale kini menghadapi lawan-lawan yang tampil jauh lebih rapat, sehingga hasil balapan tidak lagi mudah ditebak seperti sebelumnya.

Pengakuan itu terasa penting karena datang di saat Ducati Lenovo belum meraih kemenangan dalam empat balapan utama pertama pada awal musim ini. Situasi tersebut menjadi sinyal bahwa keunggulan teknis yang selama ini melekat pada Ducati mulai mendapat tekanan nyata dari para rival.

Persaingan tidak lagi satu arah

Domenicali tetap menilai Ducati masih termasuk motor terbaik dalam empat atau lima tahun terakhir. Namun, ia menegaskan bahwa jarak keunggulan itu sudah tidak setajam dulu karena pabrikan lain mampu mendekat dalam performa.

Menurutnya, kondisi di lintasan sekarang membuat setiap seri berjalan lebih terbuka. Kemenangan pun tidak lagi bisa diasumsikan akan jatuh ke tangan satu pabrikan saja, karena peluang bisa berubah dari satu balapan ke balapan berikutnya.

“Ducati tidak diragukan lagi telah menjadi motor terbaik selama empat atau lima tahun terakhir, tetapi saat ini persaingan jauh lebih seimbang,” ujar Domenicali. Pernyataan itu menunjukkan bahwa tekanan terhadap Ducati datang dari banyak arah sekaligus.

Detail kecil makin menentukan hasil

Dalam situasi yang makin rapat, faktor pembalap menjadi sangat penting. Domenicali menilai margin kompetitif MotoGP modern sangat tipis, sehingga detail kecil bisa memisahkan hasil bagus dan hasil biasa saja.

Ia juga menekankan bahwa motor spek terbaru menuntut kondisi fisik dan teknis yang sangat tinggi. Untuk bisa menang, seorang pembalap harus berada dalam kondisi nyaris sempurna saat mengendalikan motor tersebut.

“Untuk berada di atas motor ini pada level yang diperlukan untuk menang, Anda benar-benar harus berada di kondisi 101%: 98% saja tidak cukup,” katanya. Ungkapan itu menggambarkan betapa kerasnya standar performa di era MotoGP saat ini.

Perhatian Ducati ke kondisi Marc Marquez

Di tengah perubahan peta persaingan, Ducati juga memberi perhatian pada pemulihan Marc Marquez. Pembalap asal Spanyol itu masih berusaha kembali ke kondisi terbaik setelah cedera serius di Indonesia pada tahun lalu.

Domenicali menilai jeda waktu yang ada memberi Marquez ruang untuk memulihkan diri dengan lebih baik. Ia menyebut titik awal yang paling penting saat ini adalah saat Marquez mulai merasa sehat kembali.

“Dia merasa sehat, dan itulah titik awalnya,” kata Domenicali. Ia juga mengingatkan bahwa cedera yang dialami Marquez tergolong signifikan karena membuatnya lama absen dari lintasan.

Urusan kontrak juga berjalan ke tahap akhir

Selain soal performa di trek, Domenicali ikut membahas perkembangan internal tim terkait masa depan kerja sama. Ia memastikan pembaruan kontrak sudah mendekati tahap akhir dan hanya menyisakan beberapa detail untuk diselesaikan.

Ia menegaskan bahwa keterlambatan pengumuman tidak disebabkan masalah besar dalam negosiasi internal. Proses itu ikut melambat karena ada pembicaraan yang lebih luas dengan pihak penyelenggara mengenai regulasi tim untuk tahun 2027.

Domenicali menyebut pengumuman resmi akan segera keluar. Dengan persaingan yang makin rapat, Ducati kini harus menjaga pengembangan motor, memastikan pemulihan pembalap berjalan baik, dan menuntaskan kepastian kontrak agar tetap berada di barisan depan.

Berita Terbaru