Ekonomi Jawa Tengah pada kuartal I/2026 mencatat pertumbuhan 5,89% secara tahunan, lebih cepat dibanding rata-rata Pulau Jawa yang sebesar 5,79% dan nasional yang berada di 5,61%. Capaian ini memberi sinyal bahwa mesin ekonomi daerah masih bergerak kuat di tengah tekanan yang membayangi sejumlah wilayah.
Dorongan terbesar datang dari konsumsi rumah tangga yang masih menjadi penopang utama dengan pangsa 60,01% terhadap total PDRB. Konsumsi itu tumbuh 5,08% seiring tingginya mobilitas masyarakat pada momentum mudik Idulfitri 2026.
Dari sisi dunia usaha, Pembentukan Modal Tetap Bruto atau PMTB juga ikut mengangkat laju ekonomi. Komponen investasi tersebut tumbuh 9,61% berkat akselerasi investasi swasta dan pemerintah.
Aliran investasi itu didorong oleh masifnya pembangunan pabrik di kawasan industri serta berlanjutnya berbagai proyek strategis daerah. Kombinasi ini menjaga momentum pertumbuhan di tingkat daerah tetap solid.
Di tengah pergerakan ekonomi yang positif itu, keyakinan konsumen Jawa Tengah juga tetap terjaga. Bank Indonesia mencatat Indeks Keyakinan Konsumen atau IKK Jawa Tengah pada Maret 2026 berada di level 116,52, masih berada jauh di atas ambang optimis 100.
Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, Andi Reina Sari H., menyebut kuatnya keyakinan konsumen ditopang oleh persepsi yang positif terhadap kondisi ekonomi saat ini dan harapan ke depan. Kedua komponen tersebut sama-sama masih bertahan di zona optimis.
Untuk kondisi ekonomi riil, Indeks Kondisi Ekonomi atau IKE pada Maret 2026 tercatat 109,63. Angka ini menunjukkan pandangan masyarakat terhadap situasi ekonomi saat ini masih kuat dan belum mengarah pada pelemahan berarti.
Persepsi terhadap penghasilan saat ini juga masih tinggi. Selain itu, masyarakat masih melihat ketersediaan lapangan kerja dan intensitas konsumsi barang tahan lama berada di level optimis.
Ekspektasi enam bulan ke depan tetap kuat
Optimisme tidak hanya terlihat pada kondisi saat ini, tetapi juga pada pandangan untuk beberapa bulan mendatang. Indeks Ekspektasi Konsumen atau IEK Maret 2026 tercatat 123,41, yang menandakan harapan masyarakat terhadap kondisi ekonomi ke depan masih sangat terjaga.
Ekspektasi itu bertumpu pada proyeksi penghasilan individu, ketersediaan lapangan kerja baru, dan geliat aktivitas usaha dalam enam bulan mendatang. Tiga faktor tersebut menjadi penopang utama keyakinan konsumen di Jawa Tengah.
Reina menjelaskan, pergerakan IKK Jawa Tengah juga sejalan dengan Survei Konsumen nasional. Polanya pun konsisten dengan IKK di Kota Semarang, Solo, Purwokerto, dan Tegal yang sama-sama berada di level optimis.
Sentimen positif konsumen itu juga berjalan beriringan dengan struktur pertumbuhan ekonomi daerah. Dari sisi lapangan usaha, industri pengolahan masih menjadi penyumbang terbesar dengan pangsa 32,69%.
Sektor tersebut tetap tumbuh 4,04% meski menghadapi kendala banjir nasional. Di sisi lain, sejumlah sektor lain justru mencatat kenaikan tinggi, termasuk konstruksi yang tumbuh 11,91%.
Sektor penyediaan akomodasi dan makan-minum juga naik 14,14% seiring implementasi Program Makan Bergizi Gratis. Dengan konsumsi, investasi, dan aktivitas usaha yang sama-sama bergerak positif, Jawa Tengah masih memiliki bantalan pertumbuhan yang kuat.
Source: semarang.bisnis.com