Hubungan Israel dan Argentina tidak hanya ditandai oleh kedekatan politik, tetapi juga oleh sejarah yang memuat sisi paling kelam dari abad ke-20. Di satu sisi, hubungan diplomatik kedua negara sudah terjalin sejak 1949, namun di sisi lain Argentina pernah menjadi tempat pelarian sejumlah tokoh Nazi setelah Perang Dunia II.
Salah satu nama paling dikenal dalam catatan itu adalah Adolf Eichmann, tokoh utama dalam Holocaust, yang kemudian ditangkap agen intelijen Israel, Mossad, di Buenos Aires pada 1960. Peristiwa tersebut menjadi salah satu episode paling terkenal dalam pemburuan penjahat perang Nazi.
Komunitas Yahudi Besar di Argentina
Di tengah sejarah yang rumit itu, Argentina juga menjadi rumah bagi komunitas Yahudi terbesar di Amerika Latin. Jumlahnya diperkirakan berada di kisaran 180.000 hingga 300.000 jiwa, dengan konsentrasi utama di Buenos Aires.
Komunitas ini juga dikenal sebagai komunitas Yahudi berbahasa Spanyol terbesar di dunia. Sebagian besar berasal dari kelompok Ashkenazi, sekitar 85%, sedangkan sekitar 15% lainnya merupakan Sephardim.
Keberadaan mereka tersebar tidak hanya di Buenos Aires, tetapi juga di Rosario, Córdoba, dan Santa Fe. Pengaruh komunitas ini ikut membentuk wajah sosial dan budaya Argentina dalam jangka panjang.
| Fakta Utama | Rincian |
|---|---|
| Awal hubungan diplomatik | 1949 |
| Perkiraan populasi Yahudi di Argentina | 180.000 hingga 300.000 jiwa |
| Komposisi terbesar | Ashkenazi sekitar 85% |
| Komposisi lainnya | Sephardim sekitar 15% |
| Pusat komunitas | Buenos Aires, Rosario, Córdoba, dan Santa Fe |
Jejak Nazi dan Alasan Argentina Menjadi Tujuan
Pada era 1950-an, ketika Argentina dipimpin Presiden Juan Perón, negara itu disebut menjadi tujuan pelarian beberapa tokoh Nazi Jerman. Nama lain yang pernah berada di Argentina antara lain Josef Mengele dan mantan kapten SS Erich Priebke.
Sejumlah sumber yang dikutip dalam laporan www.beritasatu.com menyebut Argentina memiliki kepentingan ekonomi dalam menerima para petinggi Nazi. Kalangan pengusaha kaya keturunan Jerman juga disebut membantu pendanaan pelarian mereka.
Masih menurut laporan yang sama, para pemimpin Nazi disebut menjarah jutaan dolar dari orang-orang Yahudi yang mereka bunuh, lalu sebagian uang itu ikut dibawa ke Argentina. Hubungan Argentina dengan Jerman, Italia, dan Spanyol pada masa Perang Dunia II juga disebut dipengaruhi kedekatan budaya serta latar belakang etnis sebagian penduduknya.
Dari Ketegangan Sejarah ke Hubungan yang Makin Erat
Meski menyimpan masa lalu yang gelap, hubungan Israel dan Argentina bergerak semakin erat setelah Perang Falkland pada 1982. Dalam perkembangan modern, kedekatan itu tampak semakin jelas di era Presiden Javier Milei.
Milei secara terbuka menunjukkan dukungan kepada Israel, termasuk dengan rencana memindahkan Kedutaan Besar Argentina ke Yerusalem. Sikap itu sejalan dengan pujian Benjamin Netanyahu yang menyebut Milei sebagai “megabintang yang sebenarnya” dan “Teman terbesar Israel”.
Kedekatan terbaru itu ikut memperkuat sorotan terhadap relasi kedua negara, terutama karena latar belakangnya tidak berdiri hanya di atas diplomasi biasa. Ada komunitas besar, ada jejak sejarah kelam, dan ada hubungan politik yang kini semakin terbuka di permukaan.
