Koperasi Dan Daycare Jadi Andalan Jateng Menjaga Buruh Tetap Tenang Bekerja

Author: Redaksi Android62

Di Jawa Tengah, perlindungan bagi buruh kini tidak hanya dibahas lewat upah dan fasilitas kerja, tetapi juga lewat dukungan yang menyentuh kebutuhan harian. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memperkuat dua penyangga penting bagi pekerja, yakni daycare di kawasan pekerja dan koperasi karyawan, untuk menjaga daya tahan sektor manufaktur.

Langkah ini diarahkan agar buruh bisa lebih tenang menjalani rutinitas kerja tanpa terbebani urusan pengasuhan anak dan biaya kebutuhan pokok yang terus berjalan. Dengan dukungan seperti itu, stabilitas produksi di industri diharapkan ikut terjaga karena pekerja memiliki ruang yang lebih aman untuk fokus pada tugasnya.

Daycare jadi solusi dekat bagi buruh

Salah satu fasilitas yang baru dihadirkan adalah Daycare Tripartit Berdikari di Rusunawa Gedanganak, Ungaran, Kabupaten Semarang. Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meresmikan fasilitas tersebut bertepatan dengan Hari Buruh Internasional.

Keberadaan daycare ini ditujukan untuk menjawab persoalan yang sering dihadapi buruh formal, terutama saat harus membagi waktu antara pekerjaan dan pengasuhan anak. Anak dapat dititipkan di tempat yang aman dan terpantau, sehingga pekerja tidak perlu terus memikirkan urusan rumah tangga selama jam kerja.

Luthfi menilai layanan seperti itu memberi solusi yang praktis bagi tenaga kerja. Ia juga menyebut fasilitas serupa sudah ada di beberapa daerah lain seperti Batang, dan model ini dinilai bisa membantu tenaga kerja bekerja lebih maksimal.

Pengasuhan anak dan produktivitas kerja

Dari sisi pekerja, keberadaan daycare bukan sekadar fasilitas tambahan. Layanan ini memberi ruang agar anak tetap mendapat pola asuh dan asih yang layak, sementara orang tua tetap menjalankan pekerjaan dengan lebih tenang.

Pemprov Jawa Tengah juga meminta Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi memetakan kebutuhan serupa di daerah lain. Artinya, peluang replikasi daycare terbuka di wilayah berbeda selama memang dibutuhkan oleh buruh setempat.

Kapasitas terbatas, layanan dijalankan pendamping

Ketua Yayasan Anugerah Tripartit Serasi, Sakun Adi Wiratmoko, menjelaskan bahwa Daycare Tripartit Berdikari memiliki kapasitas 15 anak. Untuk mendampingi anak-anak tersebut, fasilitas ini dijaga oleh satu guru PAUD, satu guru pendamping, dan satu guru pendamping muda.

Layanan daycare dibuka Senin sampai Sabtu, mulai pukul 06.30 hingga 17.00 WIB. Sakun menyebut jam layanan tersebut masih bisa menyesuaikan kebutuhan pekerja atau buruh yang menjadi sasaran utama program.

Koperasi karyawan ikut jaga daya beli

Selain pengasuhan anak, Pemprov Jawa Tengah juga memperkuat perlindungan pekerja lewat koperasi karyawan. Saat ini tercatat 537 koperasi karyawan beroperasi di berbagai daerah di Jawa Tengah dan membantu memenuhi kebutuhan pokok para pekerja.

Luthfi menjelaskan bahwa koperasi itu menjual barang kebutuhan dasar dengan harga produsen. Beras dan cabai dipasok langsung dari petani, sedangkan minyak goreng disalurkan dari Bulog agar daya beli karyawan tetap terjaga.

Skema tersebut juga membantu memendekkan rantai distribusi. Dengan begitu, kebutuhan pokok pekerja bisa dibeli dengan harga yang lebih terjangkau tanpa menambah beban hidup sehari-hari.

Bagian dari perlindungan sosial yang lebih luas

Daycare dan koperasi karyawan tidak berdiri sendiri. Keduanya menjadi pelengkap kebijakan lain yang sudah lebih dulu berjalan di Jawa Tengah, seperti subsidi transportasi yang berlangsung sejak tahun lalu dan program perumahan bagi pekerja berpenghasilan rendah.

Rangkaian kebijakan itu menunjukkan bahwa pemerintah daerah tidak hanya mengejar produktivitas industri, tetapi juga memperhatikan ketahanan hidup buruh. Di tengah kebutuhan sektor manufaktur akan tenaga kerja yang stabil, dukungan seperti daycare, koperasi, transportasi, dan hunian menjadi bagian dari upaya menjaga ekosistem industri tetap manusiawi dan kompetitif.

Source: semarang.bisnis.com
Berita Terbaru