Pelanggan Moratelindo, MyRepublic, dan Oxygen.id tidak perlu khawatir dengan perubahan nama perusahaan induk menjadi MoraRepublic. Layanan yang sudah berjalan disebut tetap normal karena jaringan yang sebelumnya terpisah kini disatukan dalam satu struktur operasional.
Penggabungan PT Mora Telematika Indonesia Tbk dan PT Eka Mas Republik telah rampung, dan hasilnya kini beroperasi sebagai MoraRepublic. Entitas baru ini diposisikan sebagai perusahaan infrastruktur telekomunikasi terpadu yang menggabungkan layanan fiber to the home atau FTTH untuk menjawab kebutuhan konektivitas nasional yang terus meningkat.
Di balik nama baru itu, skala bisnis yang dibawa MoraRepublic terbilang besar. Moratelindo mengelola lebih dari 57 ribu km kabel serat optik serta enam pusat data, sedangkan MyRepublic melayani 1,52 juta pelanggan dengan jangkauan 8,7 juta homepass hingga September 2025.
Di sisi lain, MyRepublic Indonesia juga tercatat memiliki lebih dari 58.000 km kabel serat optik dan basis 1,52 juta pelanggan ritel. Moratelindo sendiri memiliki lebih dari 1 juta homepass dan lebih dari 296.000 pelanggan ritel, sehingga gabungan keduanya memberi fondasi yang kuat untuk memperluas layanan internet dan infrastruktur digital.
Direktur Utama MoraRepublic, Timotius M. Sulaiman, menegaskan bahwa penggabungan ini tidak sekadar menyatukan dua perusahaan. Ia menyebut langkah tersebut sebagai upaya memperkuat fondasi digital yang sudah ada agar konektivitas bisa hadir lebih cepat, stabil, dan menjangkau lebih luas.
“Dengan resminya MoraRepublic, kami membawa visi yang lebih besar untuk menghadirkan konektivitas yang tidak hanya cepat dan stabil, tetapi juga menjangkau lebih luas dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ujar Timotius. Ia juga menilai skala yang lebih besar akan membuat perusahaan lebih siap menghadapi kebutuhan pasar telekomunikasi yang terus berkembang.
Integrasi operasional dan arah bisnis baru
Setelah proses merger selesai, struktur manajemen baru MoraRepublic disebut sudah efektif menjabat untuk mengawal operasional perusahaan. Susunan ini disiapkan agar integrasi bisnis berjalan lebih terarah dan ekspansi jaringan dapat dilakukan dengan lebih rapi.
Penguatan layanan ritel menjadi salah satu fokus yang ikut didorong dalam formasi baru tersebut. Integrasi infrastruktur FTTH diharapkan memberi layanan yang lebih konsisten di berbagai wilayah, sekaligus menjaga kesiapan perusahaan dalam menghadapi industri digital yang bergerak cepat.
Dukungan grup dan pengawasan tata kelola
Presiden Direktur PT Dian Swastatika Sentosa Tbk, L. Krisnan Cahya, menilai lahirnya MoraRepublic mencerminkan komitmen grup Sinar Mas terhadap digitalisasi nasional. Menurut dia, kebutuhan konektivitas akan terus naik dan perusahaan disiapkan untuk menjawab permintaan tersebut.
“Ke depan, fokus kami adalah memperluas jangkauan, meningkatkan kualitas layanan, serta memastikan dampak yang nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat Indonesia,” kata Krisnan. Pernyataan itu menegaskan arah bisnis yang tidak hanya menitikberatkan pada pertumbuhan jaringan, tetapi juga pada manfaat yang lebih luas bagi publik.
Di level pengawasan, Komisaris Utama Independen MoraRepublic, Arsjad Rasjid, menyoroti pentingnya disiplin dan akuntabilitas dalam mengelola bisnis yang kini lebih besar. Ia menegaskan dewan komisaris akan menjaga transparansi dan memastikan perusahaan menghasilkan dampak yang terukur.
Arsjad juga memandang penggabungan ini sebagai respons nyata terhadap kebutuhan konektivitas Indonesia yang terus berkembang. Dengan struktur yang sudah disatukan, MoraRepublic kini menggabungkan kekuatan infrastruktur fiber, layanan internet ritel, dan cakupan jaringan yang lebih luas dalam satu entitas yang lebih besar.
