Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia semakin mantap di jalur menuju grand final Proliga putri setelah menang atas Jakarta Electric PLN Mobile dengan skor 3-1 pada laga penutup seri Semarang. Hasil itu membuat posisi mereka di klasemen final four kian sulit dikejar, sementara tim-tim di bawahnya harus bekerja lebih keras di sisa pertandingan.
Kemenangan tersebut juga menunjukkan bahwa Phonska tampil paling konsisten sepanjang fase final four. Meski melakukan rotasi pemain, tim asuhan Alessandro Lodi tetap mampu menjaga tempo, menekan lawan, dan bertahan saat Jakarta Electric PLN mencoba membalikkan keadaan.
Phonska Amankan Tiket Lebih Dulu
Laju Phonska di final four membuat mereka menjadi tim pertama yang memastikan tempat di grand final. Tambahan poin dari kemenangan atas Jakarta Electric PLN mempertegas dominasi mereka di papan atas klasemen.
Dengan koleksi 12 poin dari lima laga, Phonska kini unggul dari para pesaing terdekat. Jakarta Pertamina Enduro berada di posisi berikutnya dengan 9 poin dari empat pertandingan, sedangkan Jakarta Popsivo Polwan dan Jakarta Electric PLN sama-sama mengoleksi 3 poin.
Berikut klasemen sementara final four Proliga putri:
- Gresik Phonska Plus Indonesia — 5 main, 4 menang, 1 kalah, set 13-5, poin 12
- Jakarta Pertamina Enduro — 4 main, 3 menang, 1 kalah, set 11-4, poin 9
- Jakarta Popsivo Polwan — 4 main, 1 menang, 3 kalah, set 5-10, poin 3
- Jakarta Electric PLN — 5 main, 1 menang, 4 kalah, set 6-13, poin 3
Jalannya Laga Melawan Jakarta Electric PLN
Phonska langsung mengambil kendali pertandingan sejak set pertama. Serangan mereka berjalan efektif dan membuat Jakarta Electric PLN kesulitan keluar dari tekanan, sebelum set pembuka ditutup dengan skor 25-18.
Pada set kedua, Electric PLN sempat memberi perlawanan lebih ketat dan bahkan unggul terlebih dahulu. Namun, Phonska tetap tenang dan berhasil membalikkan keadaan untuk menang 25-21, sehingga keunggulan mereka berubah menjadi 2-0.
Setelah dua set aman, Alessandro Lodi mulai memberi kesempatan kepada pemain pelapis. Keputusan itu ditujukan untuk menjaga kondisi pemain inti dan mengurangi risiko cedera menjelang grand final.
“Kami mencoba memainkan pemain pelapis, sekaligus menghindari cedera kepada pemain inti,” kata Lodi, dikutip dari Antara.
Electric PLN Sempat Memanfaatkan Perubahan Irama
Pergantian komposisi di kubu Phonska sempat menurunkan ritme permainan mereka pada set ketiga. Jakarta Electric PLN memanfaatkan situasi tersebut dengan tampil lebih agresif dan merebut set itu 25-18.
Meski begitu, Phonska kembali tampil lebih rapi pada set keempat. Mereka sempat menjauh hingga 16-9 sebelum menutup laga dengan skor 25-19 dan memastikan kemenangan 3-1.
Hasil tersebut menegaskan bahwa Phonska tidak hanya kuat lewat pemain inti, tetapi juga punya kedalaman skuad yang terjaga. Kondisi itu menjadi nilai penting saat persaingan menuju grand final semakin ketat dan setiap laga membawa dampak besar bagi klasemen.
Pesaing Termasuk Tim Megawati Masih Mengejar
Di tengah persaingan yang masih terbuka, tim yang diperkuat Megawati Hangestri Pertiwi juga belum mampu menempel ketat Phonska di papan atas. Hasil yang belum stabil membuat posisi mereka masih tertinggal dari tim pemuncak klasemen.
Situasi final four menuntut konsistensi penuh karena satu hasil buruk bisa langsung mengubah peta persaingan. Dengan jadwal tersisa yang semakin sempit, tim-tim pesaing harus memaksimalkan setiap kesempatan jika ingin menjaga peluang ke grand final tetap hidup.
Dari kubu Jakarta Electric PLN, asisten pelatih sekaligus direktur teknik Anantachai Yoonprathom mengakui timnya gagal menjalankan rencana permainan sesuai persiapan. “Tapi ketika melawan Phonska Plus hari ini semua evaluasi tidak bisa berjalan baik, terus terang hari ini kami mengakui Phonska Plus bermain sangat baik. Padahal kami sudah bersiap segalanya,” ujarnya.
Sementara itu, Geofani dari kubu Phonska juga menyoroti tekanan saat timnya turun tanpa pemain asing. “Kami sempat deg-degan aja saat diturunkan tanpa pemain asing, sementara lawan turun dengan full tim,” katanya.
