Kenaikan tipis IHSG ke 6.971,95 pada penutupan perdagangan belum cukup untuk mengubah suasana pasar yang masih tampak berhitung. Sepanjang sesi, indeks bergerak liar dari 6.946,06 hingga sempat menyentuh 7.069,69 sebelum kembali merapat ke area 6.970.
Pergerakan itu menunjukkan bahwa minat beli belum sepenuhnya kuat. Walau indeks akhirnya naik 15,15 poin atau 0,22 persen, arah perdagangan masih belum stabil dan belum mampu membawa IHSG bertahan jauh di atas level 7.000.
Transaksi tetap ramai, tetapi arah belum kompak
Aktivitas pasar justru terbilang padat. Volume transaksi mencapai 57,84 miliar saham dengan nilai Rp 20,81 triliun, disertai 2,4 juta kali frekuensi transaksi.
Namun, ramainya perdagangan tidak dibarengi dominasi saham penguat. Ada 340 saham yang naik, tetapi 376 saham melemah dan 243 saham tidak bergerak, sehingga tekanan beli dan jual terlihat cukup berimbang.
Rotasi sektor masih jadi penentu
Pendorong utama penguatan IHSG datang dari sektor barang konsumen siklikal yang melonjak 2,53 persen. Sektor barang konsumen non-siklikal juga ikut membantu indeks dengan kenaikan 1,53 persen.
Di sisi lain, beberapa sektor justru menahan laju penguatan. Sektor kesehatan turun 1,63 persen, teknologi melemah 1,56 persen, dan transportasi terkoreksi 1,52 persen.
Pola tersebut memperlihatkan rotasi sektoral masih mendominasi perdagangan. Dana tampak mengalir ke kelompok saham tertentu, sementara sektor lain masih berada di bawah tekanan jual.
Indeks acuan lain bergerak campuran
Sejalan dengan IHSG, LQ45 juga ditutup di zona hijau. Indeks itu naik 5,22 poin ke 674,56, sedangkan KOMPAS100 bertambah 4,08 poin menjadi 940,25.
Berbeda dengan dua indeks tersebut, Jakarta Islamic Index atau JII justru turun tipis 0,27 poin ke 461,84. Sementara itu, kapitalisasi pasar di Bursa Efek Indonesia tercatat Rp 12.414 triliun.
Saham unggulan bergerak tidak seragam
Di jajaran saham aktif, PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) menjadi salah satu yang paling menonjol. Saham ini naik 7,95 persen ke 1.425.
PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) juga mencatat penguatan kuat dengan kenaikan 6,58 persen ke 1.295. Di sisi sebaliknya, tekanan jual terlihat pada PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) yang turun 5,56 persen ke 51.
PT Bumi Resources Tbk (BUMI) juga melemah 4,17 persen ke 230. Perbedaan arah antar saham ini menegaskan bahwa investor masih selektif dalam memilih emiten, sehingga penguatan indeks belum didukung kenaikan yang merata.
Kondisi perdagangan seperti ini membuat pasar masih terlihat menunggu arah yang lebih jelas. Selama rotasi sektor tetap menjadi penopang utama, IHSG berpotensi bergerak selektif dan belum lepas sepenuhnya dari suasana ragu.
