Pengecekan status bansos PKH dan BPNT kini dapat dilakukan langsung lewat kanal resmi Kemensos, sehingga KPM bisa segera mengetahui apakah bantuan sudah masuk atau masih dalam proses penyaluran. Langkah ini penting karena pencairan berlangsung bertahap, jadi status bantuan bisa berubah sewaktu-waktu selama periode penyaluran berjalan.
Untuk bulan April, penyaluran masuk ke tahap kedua dalam skema tahunan PKH dan BPNT. Tahap 1 berlangsung pada Januari–Maret, tahap 2 pada April–Juni, tahap 3 pada Juli–September, dan tahap 4 pada Oktober–Desember, sehingga dana pada periode ini dapat turun mulai awal hingga akhir bulan tergantung proses di tiap wilayah.
Data penerima ikut diperbarui
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyebut ada sekitar 11.014 KPM yang dicoret dari daftar penerima karena masuk kategori inclusion error. Jumlah itu setara sekitar 0,06% dari total penerima bansos tahap pertama.
Pada tahap kedua, Kemensos juga melakukan pembaruan data hasil verifikasi lapangan. Dari 77.014 KPM yang sebelumnya belum memiliki kategori desil, sebanyak 26.176 keluarga sudah lolos ground check.
Dari jumlah tersebut, sekitar 25.665 keluarga masuk desil 1 hingga 5 dan berpeluang menerima bantuan. Sementara 1.511 keluarga lainnya berada di desil 6 hingga 10 dan dinilai termasuk inclusion error.
Langkah cek bansos PKH dan BPNT
Pengecekan status bantuan membutuhkan Nomor Induk Kependudukan atau NIK yang sesuai dengan KTP. Kemensos menyediakan dua jalur resmi, yaitu lewat situs web dan aplikasi Cek Bansos.
Jika menggunakan situs, masyarakat dapat membuka cekbansos.kemensos.go.id terlebih dahulu. Setelah itu, masukkan NIK dengan benar, ketik kode verifikasi yang muncul di layar, lalu tekan tombol “Cari Data” untuk melihat hasil sesuai wilayah yang diinput.
Bagi yang lebih nyaman memakai ponsel, aplikasi “Cek Bansos” tersedia di Play Store dan App Store. Setelah akun dibuat dengan data diri lengkap, nomor KTP, alamat, email, dan swafoto, pengguna bisa login lalu membuka menu “Profil” untuk melihat status bantuan.
Opsi lain bagi yang belum terbiasa daring
Tidak semua warga leluasa memakai internet, dan kondisi itu tetap diberi jalan keluar. Pengecekan bisa dilakukan melalui kantor desa atau kelurahan, Dinas Sosial setempat, atau dengan menanyakan informasi awal kepada Ketua RT dan RW.
Petugas biasanya membantu mencocokkan data dengan KTP agar status penerima lebih mudah dipastikan. Cara ini bermanfaat bagi warga yang belum terbiasa menggunakan aplikasi atau mengalami kendala saat verifikasi online.
Kemensos juga membuka ruang bagi masyarakat untuk mengajukan sanggahan atau laporan melalui aplikasi Cek Bansos. Fitur tersebut membantu menjaga akurasi data penerima, terutama bila ada perubahan kondisi keluarga atau temuan yang perlu diverifikasi ulang.
