Benjolan yang terasa keras, nyeri, tidak bisa masuk kembali, atau disertai muntah pada anak perlu mendapat perhatian segera. Kondisi seperti ini bisa menandakan hernia yang terjepit dan berisiko menghambat aliran darah ke jaringan yang menonjol.
Jika dibiarkan, keadaan tersebut dapat menimbulkan kerusakan organ. Gejala lain yang perlu diwaspadai antara lain nyeri hebat, perut kembung, tidak mau makan, demam, hingga lemas.
Benjolan yang Muncul Saat Anak Aktif Perlu Diperiksa
Hernia terjadi ketika jaringan atau organ di dalam perut menonjol keluar melalui celah atau bagian otot yang lemah. Benjolan biasanya tampak saat anak menangis, batuk, mengejan, tertawa, atau banyak bergerak karena tekanan di dalam perut meningkat.
Karena itu, benjolan yang hilang-timbul di lipat paha atau pusar anak tidak sebaiknya dianggap sepele. Meski bisa mengempis saat anak beristirahat, kondisi tersebut tetap perlu diperiksa untuk memastikan penyebabnya.
Dokter Spesialis Bedah Anak Bethsaida Hospital Gading Serpong, dr. Kozzy, Sp.BA, mengatakan bahwa hernia pada anak kerap sulit dikenali karena gejalanya tidak selalu muncul terus-menerus. Menurut dia, orang tua sebaiknya memeriksakan kondisi tersebut agar penyebabnya dapat dipastikan.
Jenis yang Paling Sering Ditemui pada Anak
Menurut American Academy of Pediatrics, hernia inguinalis merupakan jenis yang paling sering dialami anak. Kondisi ini tercatat pada sekitar 8 hingga 50 dari setiap 1.000 kelahiran hidup bayi cukup bulan, dengan risiko lebih tinggi pada bayi prematur.
Selain itu, ada hernia umbilikalis yang muncul di sekitar pusar. Pada sebagian kasus, jenis ini dapat menutup sendiri seiring pertumbuhan anak.
| Jenis Hernia | Lokasi Benjolan | Keterangan |
|---|---|---|
| Hernia Inguinalis | Lipat paha, bisa turun ke kantong kemaluan pada anak laki-laki atau terlihat di area labia pada anak perempuan | Paling sering pada anak dan umumnya tidak sembuh tanpa tindakan medis |
| Hernia Umbilikalis | Di sekitar pusar | Pada sebagian kasus dapat menutup sendiri seiring pertumbuhan anak |
Penanganan Ditentukan dari Kondisi Anak
Penanganan hernia ditentukan berdasarkan usia anak, ukuran benjolan, gejala yang muncul, dan kemungkinan komplikasi. Pada hernia inguinalis, tindakan operasi umumnya menjadi pilihan karena celah pada dinding perut tidak bisa menutup sendiri.
Salah satu prosedur yang dapat dilakukan adalah herniotomy, yaitu mengembalikan jaringan yang menonjol ke posisi semula lalu menutup celah hernia agar tidak muncul kembali. Pada kondisi tertentu, prosedur ini bisa dilakukan dengan teknik laparoskopi yang memakai sayatan kecil dan kamera khusus.
“Pendekatan laparoskopi dapat menjadi pilihan pada kasus tertentu. Namun, setiap anak perlu dinilai secara individual agar tindakan sesuai dengan kondisinya,” terang dr. Kozzy.
Direktur Bethsaida Hospital Gading Serpong, dr. Margareth Aryani Santoso, MARS, menegaskan bahwa setiap anak membutuhkan penanganan yang disesuaikan dengan kondisinya. Ia menilai pemeriksaan oleh dokter spesialis bedah anak penting untuk memastikan diagnosis dan menentukan terapi yang tepat.
Pemeriksaan sejak dini membantu memastikan apakah benjolan tersebut merupakan hernia atau kondisi lain. Dengan begitu, penanganan dapat dilakukan pada waktu yang tepat sebelum muncul nyeri atau komplikasi.
