Kapal Tak Terkendali Saat Merapat, Sejumlah Rumah Warga Di Banda Neira Terdampak Tabrakan

Author: Redaksi Android62

Tabrakan KM Sabuk Nusantara 106 ke permukiman warga di Banda Neira terjadi setelah kapal diduga mengalami gangguan pada mesin saat proses sandar. Insiden ini membuat kapal tidak dapat dikendalikan sepenuhnya hingga menghantam area dekat pelabuhan dan merusak sejumlah aset milik warga.

Meski benturan itu menimbulkan kerusakan pada rumah dan perlengkapan melaut, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut. Aparat mencatat kerugian warga mencakup sebuah rumah, satu perahu panjang atau long boat, serta mesin ketinting yang ikut terdampak.

Gangguan terjadi saat kapal bersiap merapat

Kapolsek Banda Iptu A. Rahayamtel menjelaskan, KM Sabuk Nusantara 106 baru tiba dari Pelabuhan Amahai sebelum bersiap merapat ke dermaga Banda Neira. Saat posisi kapal masih sekitar 500 meter dari dermaga, nakhoda sempat meminta mesin dinetralkan.

Namun, laju kapal tetap berlanjut meski upaya tersebut sudah dilakukan. Kondisi itu membuat proses olah gerak tidak berjalan seperti yang diharapkan dan kapal sulit dikendalikan saat mendekati area sandar.

Mesin kanan disebut bermasalah

Keterangan polisi menyebut sumber persoalan berada pada mesin kanan yang mengalami error pada handle throttle. Dalam situasi itu, mesin justru tetap membuat kapal bergerak maju meski sudah dipindahkan ke gigi mundur.

Masalah pada satu mesin tersebut menjadi faktor penting karena kapal masih bergantung pada dua mesin ketika proses sandar berlangsung. Ketika salah satu mesin gagal merespons secara normal, keseimbangan kendali kapal ikut terganggu, terlebih di area yang dekat dengan permukiman warga.

Upaya awak kapal tidak cukup menghentikan laju

Saat kapal terus bergerak, awak sempat menjatuhkan jangkar untuk mengurangi laju. Langkah itu dilakukan agar kapal bisa lebih terkendali dan tidak semakin merapat ke arah permukiman.

Meski begitu, upaya tersebut tidak berhasil menghentikan kapal sepenuhnya. KM Sabuk Nusantara 106 tetap menabrak area permukiman warga di sekitar pelabuhan dan menimbulkan kerusakan pada sejumlah barang milik masyarakat.

Kerusakan yang tercatat polisi

Polisi menyebut satu rumah warga mengalami kerusakan dengan nilai kerugian sekitar Rp10 juta. Selain itu, satu unit long boat dan mesin ketinting milik warga juga ikut rusak dalam kejadian tersebut.

Total kerugian untuk dua aset itu disebut mencapai sekitar Rp50 juta. Kerusakan ini menjadi dampak paling nyata dari insiden yang terjadi di kawasan pelabuhan yang berdekatan langsung dengan rumah warga.

Tidak ada korban, tetapi dampaknya terasa

Walau tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka-luka, insiden ini tetap memberi dampak pada aktivitas warga pesisir. Perahu dan mesin ketinting memiliki peran penting bagi masyarakat yang bergantung pada kegiatan melaut, sehingga kerusakan pada perlengkapan itu langsung berpengaruh pada kebutuhan harian.

Rahayamtel menilai peristiwa tersebut dipengaruhi kelalaian pihak kapal yang dipicu gangguan teknis pada mesin. Fokus awal penyelidikan masih mengarah pada penyebab kapal gagal dikendalikan saat hendak bersandar di Banda Neira.

Peristiwa ini juga menunjukkan bahwa gangguan teknis di area sandar bisa berdampak besar ketika kapal berada sangat dekat dengan permukiman. Dalam kasus KM Sabuk Nusantara 106, masalah pada mesin kanan membuat kapal tetap bergerak meski sudah dinetralkan dan dipindahkan ke gigi mundur, hingga akhirnya menabrak rumah warga di Banda Neira.

Source: www.viva.co.id
Berita Terbaru