Lansia Perempuan Jabar Makin Banyak, Sekolah Nyaah Ka Indung Didukung Penuh DPRD

Author: Redaksi Android62

Program Sekolah Lansia Perempuan “Nyaah Ka Indung” mendapat dukungan penuh dari Komisi V DPRD Jawa Barat karena dinilai menjawab kebutuhan kelompok lansia yang jumlahnya terus membesar di daerah itu. Di Jawa Barat, populasi lansia telah mencapai sekitar 5,9 juta orang, dengan proporsi perempuan yang lebih dominan.

Kepala DP3AKB Jawa Barat, Siska Gerfianti, menjelaskan bahwa program ini lahir dari kondisi aging population yang sudah menyentuh 11 persen. Dari total lansia tersebut, perempuan tercatat mencapai 51,71 persen, sehingga perhatian pada lansia perempuan dianggap semakin penting.

Perhatian pada lansia tidak bisa dilepaskan dari keluarga

Anggota Komisi V DPRD Jawa Barat, Siti Muntamah, menilai urusan lansia sangat berkaitan dengan keluarga. Karena itu, kebutuhan para lansia perlu ditangani lewat program yang tepat dan tidak dipandang sebagai persoalan pinggiran.

Menurut Siti, perhatian terhadap perempuan, keluarga, dan anak juga mencakup lansia. Atas dasar itu, Komisi V mendengarkan kebutuhan para lansia dan mendukung hadirnya sekolah yang memang dibutuhkan untuk kelompok usia tersebut.

Dukungan serupa juga diberikan kepada program yang dijalankan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana atau DP3AKB Jawa Barat. Arah program ini difokuskan untuk meningkatkan kesejahteraan lansia, terutama perempuan.

Sekolah nonformal untuk bekal masa tua

DP3AKB Jawa Barat memandang perlu ada pendidikan nonformal bagi lansia perempuan. Melalui sekolah ini, para peserta diharapkan mendapat pengetahuan, keterampilan, dan dukungan psikososial yang bisa membantu mereka menjalani masa tua dengan lebih baik.

Program ini juga diarahkan agar perempuan lansia tetap berdaya. Mereka diharapkan memiliki pengetahuan yang memadai dan tetap aktif berperan di lingkungan keluarga maupun masyarakat.

Respons atas kebutuhan yang makin besar

Besarnya jumlah lansia di Jawa Barat membuat kebutuhan terhadap ruang belajar dan pendampingan dinilai semakin relevan. Dengan jumlah perempuan yang lebih banyak, program seperti Sekolah Lansia Perempuan “Nyaah Ka Indung” diposisikan sebagai langkah konkret untuk menjawab tantangan tersebut.

Fokus pada kesehatan, aktivitas, dan produktivitas lansia juga menjadi bagian penting dari kebijakan yang disiapkan di Jawa Barat. Dukungan DPRD menunjukkan bahwa isu lansia kini dipandang sebagai hal yang perlu ditangani dengan serius dan berkelanjutan.

Source: biz.kompas.com
Berita Terbaru