Teddy Ungkap Misi Indonesia Di Eropa, Prabowo Salat Idul Adha Di Paris Bersama WNI

Author: Redaksi Android62

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Paris membawa misi yang lebih besar dari sekadar agenda seremonial. Pemerintah melihat kehadiran Prabowo di Prancis sebagai bagian dari upaya memperkuat posisi Indonesia di Eropa, dengan Prancis ditempatkan sebagai salah satu mitra penting.

Di tengah agenda itu, Prabowo juga dijadwalkan melaksanakan salat Idul Adha di Wisma KBRI Paris. Setelah itu, ia akan bersilaturahmi dengan warga negara Indonesia yang berada di ibu kota Prancis, sehingga kunjungan ini memadukan dimensi kenegaraan, keagamaan, dan kedekatan dengan diaspora.

Paris jadi panggung diplomasi Indonesia

Teddy menyebut kunjungan kenegaraan ini sudah dirancang sejak lama dan sempat beberapa kali mengalami penjadwalan ulang. Karena itu, momen Prabowo berada di Paris dipandang strategis untuk menunjukkan arah diplomasi Indonesia di kawasan Eropa.

Menurut Teddy, Indonesia dan Prancis memiliki kerja sama strategis di sejumlah bidang. Ia juga menggambarkan posisi kedua negara sebagai saling melengkapi dalam hubungan global yang lebih luas.

Dalam kerangka itu, Indonesia dilihat sebagai gerbang utama hubungan Eropa ke Asia. Sementara itu, Prancis disebut sebagai pintu penting bagi hubungan Asia, terutama Asia Tenggara, menuju Eropa.

Kedatangan Prabowo disambut antusias

Prabowo tiba di Bandara Orly, Paris, pada pukul 10.00 waktu setempat setelah menempuh penerbangan sekitar 16 jam dari Jakarta. Setibanya di sana, ia disambut Menteri Tenaga Kerja dan Solidaritas Prancis Jean-Pierre Farandou bersama regu jajar kehormatan.

Sambutan juga datang dari ratusan warga negara Indonesia yang sudah menunggu sejak pagi di hotel tempat Presiden menginap. Kehadiran mereka menunjukkan tingginya perhatian diaspora Indonesia terhadap rangkaian kunjungan ini.

Agenda keagamaan dan pesan politik

Keterangan tertulis Teddy yang disampaikan pada Selasa (26/5/2025) menyebut salat Idul Adha dan silaturahmi dengan WNI sebagai bagian dari rangkaian kunjungan yang lebih besar. Pemerintah memandang dua agenda itu bukan sebagai kegiatan yang berdiri sendiri, melainkan bagian dari komunikasi politik tingkat tinggi.

Pendekatan tersebut sekaligus menegaskan bahwa Indonesia aktif membangun kemitraan strategis dengan negara-negara kunci di Eropa. Paris pun menjadi tempat yang memperlihatkan dua sisi sekaligus, yakni hubungan pribadi dengan warga Indonesia dan penguatan diplomasi antarnegara.

Dengan demikian, kehadiran Prabowo di Prancis tidak hanya menonjolkan hubungan dengan diaspora, tetapi juga menempatkan Indonesia pada jalur yang lebih terarah dalam menjaga dan memperluas hubungan dengan Prancis secara berkelanjutan.

Source: www.suara.com
Berita Terbaru