Sanksi baru dari Amerika Serikat terhadap empat individu yang dikaitkan dengan flotilla bantuan menuju Gaza langsung menambah lapisan baru dalam ketegangan yang sudah memanas. Washington menilai misi kapal-kapal itu tidak sekadar pengiriman bantuan, tetapi bagian dari jaringan yang disebut mendukung Hamas.
Langkah tersebut muncul di tengah perebutan narasi tentang siapa yang berhak mengklaim misi kemanusiaan ke Gaza. Di satu sisi, flotilla dipandang sebagai upaya sipil untuk menyalurkan bantuan sekaligus menantang blokade laut Israel, tetapi di sisi lain AS dan Israel melihatnya dari sudut keamanan dan kaitan dengan Hamas.
Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyebut rombongan kapal itu sebagai “flotilla pro-teror”. Ia juga menilai aksi tersebut mengganggu upaya Presiden Donald Trump untuk mendorong perdamaian di kawasan.
Empat nama yang masuk daftar sanksi adalah Saif Abu Keshek, Mohammed Khatib, Hisham Abdallah Sulayman Abu Mahfuz, dan Jaldia Abubakra Aueda. Washington menyebut mereka memiliki kaitan dengan Popular Conference for Palestinians Abroad atau PCPA, organisasi yang dituduh berperan sebagai garda depan bagi kelompok bersenjata Palestina, termasuk Hamas.
Pemerintah AS juga menyebut para individu itu berbasis aktivitas di Spanyol dan Belgia. Tuduhan ini membuat sasaran sanksi meluas dari sekadar para aktivis flotilla menjadi jaringan yang dianggap menopang Hamas secara organisasi maupun ideologis.
Sorotan pada Saif Abu Keshek
Di antara nama yang terkena sanksi, Saif Abu Keshek menjadi salah satu yang paling banyak disorot. Israel sebelumnya menuduhnya sebagai anggota pimpinan PCPA, dan ia disebut sempat ditahan pada awal bulan ini sebelum dideportasi pada 10 Mei.
Namun, kelompok hak asasi manusia Israel yang mewakilinya di pengadilan membantah tuduhan tersebut. Kelompok itu menyatakan Abu Keshek telah mundur dari PCPA lebih dari setahun lalu.
Washington tidak berhenti pada empat aktivis flotilla itu saja. Pemerintah AS juga menargetkan individu dan entitas lain yang dituduh membantu operasi Hamas, termasuk Marwan Abu Ras dan Palestinian Scholars Association yang dipimpinnya.
AS menuduh jaringan tersebut menyelaraskan wacana keagamaan di Gaza dengan ideologi Hamas. Selain itu, tiga individu lain juga dimasukkan ke daftar sanksi karena disebut sebagai operatif Hamas atau HASM, kelompok berbasis di Mesir yang oleh Washington digambarkan sebagai sempalan kekerasan dari Ikhwanul Muslimin.
Juru bicara Departemen Luar Negeri AS Tommy Pigott mengatakan para individu itu berperan sebagai fasilitator yang dipakai Hamas untuk membiayai operasi dan kekerasan di luar perbatasan. Pernyataan itu memperlihatkan bahwa Washington melihat jaringan yang ditargetkan bukan hanya sebagai simpatisan, tetapi juga sebagai penghubung pendanaan dan dukungan operasi.
Kapal bantuan dan blokade Gaza
Flotilla yang dicegat pasukan Israel itu berangkat dari Turki di bawah jaringan Global Sumud. Koalisi aktivis internasional tersebut mengirim kapal sipil untuk membawa bantuan kepada warga Palestina dan sekaligus menantang blokade laut Israel atas Gaza.
Pencegatan itu menjadi bagian dari rangkaian konfrontasi terbaru di jalur laut menuju Gaza. Kehadiran kapal-kapal sipil kembali menempatkan isu bantuan kemanusiaan di tengah tarikan keras antara agenda aktivis, kepentingan keamanan, dan tekanan politik.
Di saat sanksi diumumkan, kondisi kemanusiaan di Gaza masih digambarkan sangat kritis oleh PBB. Data Kementerian Kesehatan di Gaza menyebut lebih dari 72.000 orang tewas sejak konflik pecah pada Oktober 2023.
Angka itu juga disebut mencakup lebih dari 770 orang yang tewas setelah gencatan senjata 10 Oktober. Dengan jumlah korban yang terus bertambah, jalur bantuan ke Gaza tetap menjadi isu yang sangat sensitif dan sangat dipolitisasi.
Rangkaian serangan, pencegatan flotilla, dan sanksi terhadap para aktivis menunjukkan bahwa perebutan ruang bantuan di Gaza belum mereda. Di tengah tekanan Washington dan Israel terhadap pihak yang mereka tuduh terkait Hamas, kebutuhan warga sipil Gaza tetap berada di pusat perhatian internasional.
Source: mediaindonesia.com